Kilasbanggai.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Mei 17, 2026
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Menggugat Prioritas Walikota Palu: Dibalik Bayang-bayang Politik dan Jeritan Ribuan Penganggur

Muhammad Maruf by Muhammad Maruf
17 Mei 2026
in Opini
Fajri Ardiansyah - Ketua  PRP Sulteng

Fajri Ardiansyah - Ketua PRP Sulteng

Oleh: Muh Fajri Ardiansyah – Ketua Perhimpunan Rakyat Progresif Sulawesi Tengah

KILASBANGGAI.COM- Kota Palu secara konsisten memegang predikat buruk sebagai wilayah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan data terbaru dari BPS Kota Palu, angka pengangguran di ibu kota provinsi ini tertahan di 5,59% pada tahun 2025. Angka ini timpang jika dibandingkan dengan rata-rata TPT tingkat provinsi yang hanya berada di angka 2,92% dan nasional 4,68% pada tahun yang sama.

Di tengah klaim-klaim keberhasilan pembangunan, realitas di lapangan menunjukkan ada 11.577 jiwa angkatan kerja di Kota Palu yang terpaksa menganggur tanpa kepastian masa depan. Ironisnya, mayoritas dari pencari kerja ini adalah laki-laki, yakni mencapai 7.033 orang.

BACA JUGA

Pernyataan Sekda dan Cermin Buram Meritokrasi di Banggai

5 Mei 2026
Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

1 Mei 2026

Pemerintah Kota Palu kerap kali berdalih dan berlindung di balik narasi penurunan angka pengangguran yang bersifat mikroskopis. Penurunan TPT dari 5,63% menjadi 5,59% (hanya berkurang 0,04% dari tahun 2024).

Sikap defensif ini mencerminkan ketidakseriusan dan absennya sense of urgency dari Wali Kota Palu dalam melihat krisis ketenagakerjaan secara utuh. Ketika wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan mampu menekan angka pengangguran hingga menyentuh 1,67%, Kota Palu sebagai pusat ekonomi justru gagal menciptakan ekosistem penyerap tenaga kerja yang adaptif.

Fenomena ini menjadi bukti nyata atas ketidakselarasan antara program pelatihan kerja daerah dengan kebutuhan industri riil yang berkembang.

Buruknya potret ketenagakerjaan daerah kian diperparah oleh hilangnya prioritas kepemimpinan sang Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid. Pada 13 Mei 2026, Wali Kota Palu justru memilih pergi bertanding sepak bola di Banggai Laut. Di tanggal yang sama, sebuah agenda krusial bertajuk Rapat Koordinasi Evaluasi Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2026 Se-Sulteng digelar di Gedung Serbaguna Ahmad Hadie Matano, Kabupaten Morowali.

Pertemuan strategis yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah ini berfokus penuh pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, termasuk menguji komitmen nyata kepala daerah dalam mengeksekusi program penanganan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan makro sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketidakhadiran Wali Kota Palu mengirimkan sinyal buruk terkait komitmennya pada program prioritas nasional.

Meski pada akhirnya kehadirannya diwakili oleh Wakil Wali Kota Palu, keputusan sang Wali Kota untuk melimpahkan forum sepenting ini demi agenda olahraga di luar daerah memicu tanda tanya besar.

Rakor Asta Cita bukanlah sekadar seremoni serah terima dokumen, melainkan panggung pertanggungjawaban politik di mana setiap kepala daerah harus memaparkan progres konkret penyerapan tenaga kerja.

Ketika daerah tetangga sibuk menekan angka pengangguran demi menyelamatkan nasib warganya, orang nomor satu di Kota Palu ini justru memperlihatkan bahwa urusan mengejar bola di lapangan hijau jauh lebih mendesak daripada mengejar solusi jaminan kerja bagi belasan ribu rakyatnya yang telantar.

Delegasi perwakilan memang sah secara birokrasi, namun absennya Wali Kota di tengah buruknya rapor ketenagakerjaan menegaskan satu hal, penuntasan angka pengangguran terbuka Kota Palu belum bergeser menjadi agenda utama, melainkan sekadar urusan sampingan yang bisa ditinggal kapan saja.

Jika Pemerintah Kota Palu terus-menerus terjebak dalam kepuasan semu atas statistik penurunan yang tidak signifikan, Kota Palu sebagai Ibu Kota yang angka Penganggurannya tinggi di Sulawesi Tengah akan terus bertahan dan memperlebar jurang ketimpangan sosial di tengah masyarakat.(*)

Tags: Fajri ArdiansyahHadianto RasyidKota PaluPengangguran Kota PaluWalikota Palu
Previous Post

Gubernur Anwar Hafid: Fondasi Utama Kemajuan Daerah Adalah Toleransi dan Nilai Spiritual

Berita Pilihan

Pernyataan Sekda dan Cermin Buram Meritokrasi di Banggai

by Muhammad Maruf
5 Mei 2026
0

Oleh: Hendra Dg Tiro - Sekretaris Umum HMI Cabang Luwuk Banggai KILASBANGGAI.COM- Pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ramli Tongko, yang...

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

by Muhammad Maruf
1 Mei 2026
0

Oleh : Sugianto Adjadar (Sekretaris FNPBI Kabupaten Banggai) KILASBANGGAI.COM- Hari Buruh Internasional (May Day) merupakan hari monumental, bukan sekedar sesuatu...

Biaya Hidup Naik, Upah Diam: Ketimpangan yang Mematikan?

by Muhammad Maruf
18 April 2026
0

Oleh : Rifat  Hakim (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik) KILASBANGGAI.COM- Setiap tahun, hidup terasa semakin mahal. Harga beras naik, biaya sewa...

Dari Kelalaian ke Kematian: Akankah Hukum Tegak Tanpa Pandang Bulu?

by Muhammad Maruf
9 April 2026
0

Oleh: Fikri Palawa - Pemuda Luwuk Timur KILASBANGGAI.COM- Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengguncang Desa Hunduhon, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten...

Rakyat Taat Membayar, Tapi Air Sulit Mengalir: Menguji Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

by Muhammad Maruf
10 Maret 2026
0

Oleh: Rifat Hakim ( Pengurus DPP GMNI)  KILASBANGGAI.COM- Krisis air bersih yang mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Banggai...

Discussion about this post

Konsep Otomatis

Menggugat Prioritas Walikota Palu: Dibalik Bayang-bayang Politik dan Jeritan Ribuan Penganggur

by Muhammad Maruf
17 Mei 2026
0

Gubernur Anwar Hafid: Fondasi Utama Kemajuan Daerah Adalah Toleransi dan Nilai Spiritual

Gubernur Anwar Hafid: Fondasi Utama Kemajuan Daerah Adalah Toleransi dan Nilai Spiritual

by Muhammad Maruf
16 Mei 2026
0

Pesan Kapolres Saat Pimpin Sertijab PJU Polres Banggai

Pesan Kapolres Saat Pimpin Sertijab PJU Polres Banggai

by Ikbal Siduru
15 Mei 2026
0

Belum Inkrah, Gerindra Diminta Hormati Proses Kasasi Hari Sapto Adji

Belum Inkrah, Gerindra Diminta Hormati Proses Kasasi Hari Sapto Adji

by Ikbal Siduru
15 Mei 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

error: Content is protected !!