KILASBANGGAI.COM, BUNTA— Kegaduhan di media sosial terkait video kesalahpahaman antara nasabah dan petugas perbankan di Kecamatan Bunta akhirnya menemui titik terang.
Kasus tersebut dinyatakan selesai secara damai dan kekeluargaan setelah kedua belah pihak bertemu langsung.
Menyusul kesepakatan tersebut, pemilik akun Facebook “Sidra’ra Azzahra” selaku pengunggah pertama, resmi menghapus video viral itu dan menyampaikan klarifikasi terbuka guna meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
“Video sudah saya hapus karena permasalahan ini telah diselesaikan secara baik-baik secara langsung di dalam bank, dan kami sudah saling memaafkan,” tulis akun Sidra’ra Azzahra dalam unggahan klarifikasinya.
Untuk mencegah misinformasi yang berlarut-larut, pihak pengunggah menjabarkan beberapa poin penting terkait dinamika yang sempat terekam dalam video.
Pengunggah mengklarifikasi bahwa petugas yang membagikan nomor antrean di awal bukanlah saudari Eby, melainkan petugas keamanan (security) yang sedang bertugas.
Terkait ucapan “cuci piring” oleh saudari Eby yang sempat memicu ketegangan, hal tersebut diketahui merupakan respons spontan atau candaan.
Namun, karena dilontarkan pada momentum yang kurang tepat, ucapan itu memicu salah paham dari sisi nasabah.
Pengunggah juga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan identitas profesi.
Di awal, ia mengira saudari Eby adalah petugas pengamanan, namun setelah dikonfirmasi, yang bersangkutan merupakan petugas Layanan Nasabah (Customer Service).
Melalui momentum perdamaian ini, masyarakat dan netizen diimbau untuk tidak lagi menyebarkan potongan video lama tersebut.
Penghentian penyebaran video dinilai penting demi menjaga nama baik dan privasi, baik bagi instansi perbankan maupun individu yang terlibat. (*)















