KILASBANGGAI.COM, LAMALA– Kasus pencurian sapi kembali meresahkan masyarakat di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Dalam beberapa waktu terakhir, aksi pencurian ternak dilaporkan terjadi di Desa Labotan, Kecamatan Lamala, serta Desa Serese, Kecamatan Masama.
Modus pelaku diduga dilakukan pada malam hari. Sapi milik warga disembelih di lokasi, kemudian bagian tubuh yang memiliki nilai jual dibawa kabur.
Sementara kepala, isi perut, dan sebagian sisa bangkai ditinggalkan di tempat kejadian.
Akibat aksi tersebut, para peternak mengalami kerugian yang cukup besar karena kehilangan ternak yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan mereka.
Sejumlah warga menduga aksi pencurian itu dilakukan oleh kelompok yang terorganisasi atau sindikat, mengingat cara pelaku beraksi dinilai rapi dan berulang di beberapa wilayah.
“Kami menduga ini bukan dilakukan satu atau dua orang saja. Cara mereka bekerja terlihat sudah terorganisasi,” ungkap salah seorang warga, Rabu (1/7/2026).
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun hingga kini, pelaku belum berhasil diungkap sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para peternak.
Warga berharap aparat kepolisian dapat mempercepat penyelidikan dan mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk membongkar jika memang terdapat jaringan atau sindikat yang terlibat dalam aksi pencurian sapi di wilayah Kabupaten Banggai.
Masyarakat juga meminta patroli keamanan di daerah rawan ditingkatkan untuk mencegah terulangnya kasus serupa dan memberikan rasa aman bagi para peternak. (*)












Discussion about this post