KILASBANGGAI.COM, BANGGAI KEPULAUAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) diwarnai insiden medis.
Sebanyak 15 siswa dari tiga satuan pendidikan terpaksa dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Salakan pada Senin (2/3) pagi, menyusul dugaan reaksi keracunan atau alergi setelah mengonsumsi minuman susu yang disediakan dalam program tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, para siswa yang mengalami keluhan medis tersebut berasal dari:
SDN Ambelang: 9 Siswa
SDN Tompudau: 5 Siswa
PAUD Seruni Tompudau: 1 Siswa
Seluruh siswa tiba di rumah sakit dengan gejala klinis yang diduga kuat berkorelasi dengan produk susu yang dikonsumsi sebelumnya di sekolah.
Pihak RSUD Salakan melalui Kepala Ruangan UGD mengonfirmasi bahwa seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
“Total ada 15 pasien siswa yang kami tangani. Setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan, seluruhnya diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. Tidak ada pasien yang perlu menjalani rawat inap,” jelas pihak RSUD saat dikonfirmasi media, Senin (2/3).
Kejadian ini memicu respon cepat dari berbagai pihak. Aparat dari Koramil Salakan, Polres Bangkep, hingga jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai Kepulauan terpantau langsung mendatangi rumah sakit untuk memantau kondisi siswa sekaligus melakukan koordinasi awal.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil uji laboratorium terhadap sampel susu maupun diagnosa pasti penyebab gangguan kesehatan tersebut. Bungkamnya pihak terkait mengenai penyebab pasti memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.
Insiden ini menjadi sinyal merah bagi pengawasan distribusi pangan dalam program nasional MBG di tingkat daerah. Pemda Bangkep diharapkan tidak hanya sekedar memantau, tetapi segera memberikan penjelasan transparan mengenai kronologi dan hasil investigasi sumber susu tersebut.
Langkah mitigasi yang jelas dan audit terhadap vendor penyedia sangat mendesak dilakukan guna mencegah spekulasi liar di masyarakat, sekaligus menjamin keamanan konsumsi bagi ribuan pelajar lainnya di Banggai Kepulauan.













Discussion about this post