KILASBANGGAI.COM, LUWUK – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh pernyataan seorang pemilik akun Facebook bernama Rinaldi Dkatia Ntotu’u. Dalam unggahannya, akun tersebut secara terang-terangan menuding pemberitaan media Kilasbanggai.com yang bersumber dari rilis resmi Humas Polres Banggai sebagai berita bohong atau hoaks.
Persoalan ini bermula dari publikasi berita terkait keberhasilan Satnarkoba Polres Banggai menciduk seorang pria berinisial RY (28) pada Rabu (8/4/2026). RY yang merupakan warga Desa Koili, Kecamatan Bunta, diamankan di sebuah kantor jasa ekspedisi di Kota Luwuk saat hendak mengambil paket berisi 1.600 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl (THD).
Pemilik akun Facebook tersebut diduga merasa keberatan karena rilis menyebutkan asal desa terduga pelaku, yakni Desa Koili. Ia pun melabeli informasi tersebut sebagai hoaks di platform media sosialnya.
Menanggapi polemik tersebut, perlu dipahami bahwa pencantuman identitas atau asal domisili merupakan bagian dari prosedur pelaporan rilis kepolisian untuk akurasi data subjek hukum. Narasi berita tersebut murni bertujuan menginformasikan keberhasilan aparat dalam memberantas peredaran obat terlarang, tanpa ada maksud mencemari nama baik wilayah tertentu.
Penyalahgunaan dan peredaran narkotika/obat keras dikategorikan sebagai Extraordinary Crime (Kejahatan Luar Biasa) yang merusak generasi muda. Pemberitaan berfokus pada tindakan oknum (RY), bukan pada sentimen terhadap domisili pelaku.
Publik diharapkan bijak dalam menanggapi informasi dan memahami bahwa penegakan hukum adalah upaya kolektif untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berkomitmen melakukan perlawanan terhadap segala bentuk peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Banggai demi menyelamatkan masa depan generasi di daerah tercinta ini.
Belakangan diketahui, pemilik akun yang menyebutkan pemberitaan yang bersumber dari rilis Humas Polres Banggai itu hoaks ternyata adalah oknum aparat Desa Koili.
Sejumlah warga Desa Koili saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pemilik akun tersebut adalah oknum aparat desa setempat. (*)












Discussion about this post