KILASBANGGAI.COM, LUWUK— Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Luwuk Banggai secara tegas menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagi LMND, program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan sebuah instrumen penting dalam mewujudkan keadilan gizi bagi generasi masa depan sekaligus menjadi motor penggerak roda perekonomian rakyat di tingkat akar rumput.
Namun, di tengah harapan besar rakyat tersebut, LMND Luwuk Banggai mengecam keras terungkapnya kasus korupsi yang menjerat eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Tindakan lancung tersebut dinilai sebagai manifestasi nyata dari watak birokrasi korup yang rakus dan tidak berperikemanusiaan.
Makan Bergizi Gratis: Keadilan Gizi dan Stimulus Ekonomi Rakyat
Ketua EK-LMND Luwuk Banggai menegaskan bahwa hak atas gizi yang layak adalah hak fundamental seluruh anak bangsa, tanpa memandang status sosial. Selama ini, ketimpangan akses terhadap makanan sehat memperlebar jurang keadilan.
“Makan Bergizi Gratis adalah jalan menuju keadilan gizi. Kita tidak bisa berbicara tentang Indonesia Emas jika anak-anak orang miskin masih mengalami stunting dan gizi buruk,” ujarnya.
Selain dimensi kesehatan, LMND melihat program ini memiliki dampak multiplier yang sangat besar bagi ekonomi lokal jika dikelola dengan benar. Dengan melibatkan petani lokal, peternak, nelayan, dan UMKM/warung-warung rakyat sebagai penyedia bahan baku makanan, uang negara akan berputar langsung di masyarakat bawah. Ini adalah bentuk konkret dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Melawan ‘Serakahnomic’ dan Watak Birokrasi Korup
Sangat ironis, program yang dirancang untuk menyelamatkan gizi anak-anak miskin justru dijadikan bancakan oleh oknum pejabat. LMND Luwuk Banggai menyoroti kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala BGN sebagai bentuk Serakahnomic—sebuah sistem ekonomi keliru yang digerakkan oleh keserakahan tanpa batas, di mana segelintir elit tega merampas hak hidup orang banyak demi memperkaya diri sendiri.
“Korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, itu adalah kejahatan kemanusiaan. Ini adalah watak birokrasi korup dan mentalitas Serakahnomic yang mengorbankan masa depan nutrisi anak-anak kita. Sangat memuakkan!” Bimbim V. Rahman Ketua LMND Luwuk Banggai.
LMND menilai, kasus ini membuktikan bahwa musuh terbesar bangsa saat ini adalah mentalitas birokrat yang memandang program kesejahteraan rakyat sebagai ladang jarahan pribadi.
Seruan Aksi Bersama
Menyikapi situasi ini, EK-LMND Luwuk Banggai mengeluarkan beberapa poin tuntutan dan seruan kepada seluruh elemen masyarakat:
• Sikat Habis Pengawal Serakahnomic: Menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh jaringan korupsi di Badan Gizi Nasional hingga ke akar-akarnya dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya (miskin ekstrim bagi koruptor).
• Transparansi dan Partisipasi Rakyat: Mendesak agar tata kelola program Makan Bergizi Gratis ke depan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan wajib melibatkan struktur ekonomi rakyat (petani/UMKM lokal), bukan diserahkan kepada korporasi besar.
• Lawan Bersama: Mengajak seluruh elemen mahasiswa, pemuda, dan rakyat di Luwuk Banggai untuk membangun posko pengawasan rakyat guna mengawal distribusi program ini di daerah agar tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar atau korupsi.
“Keserakahan birokrasi ini tidak boleh kita biarkan. LMND Luwuk Banggai mengajak seluruh rakyat untuk merapatkan barisan. Kita kawal keadilan gizi untuk anak-anak kita, kita dorong ekonomi rakyat, dan kita lawan bersama setiap jengkal watak birokrasi korup yang mencoba mencuri hak rakyat!” tutupnya dengan nada optimis dan progresif. (*)












Discussion about this post