KILASBANGGAI.COM,LUWUK – Manajemen tim Pongkeari Batui menyayangkan insiden dugaan kontak fisik dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum suporter terhadap pemain mereka. Peristiwa ini terjadi dalam laga Buana Mini Soccer Hadianto Rasyid Cup 2026 yang berlangsung di Nambo, Kabupaten Banggai.
Turnamen ini sebelumnya dibuka langsung oleh Ketua Asprov PSSI Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid, beberapa waktu lalu.
“Kami sangat menyayangkan insiden ini. Dua pemain kami menjadi korban hingga mengalami cedera,” ujar perwakilan manajemen, Sugianto Adjadar, Sabtu (9/5/2026).
Sugianto menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Insiden tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pihak berwajib dan Askab PSSI Banggai untuk diproses lebih lanjut.

“Kami sudah membuat laporan resmi ke Polres Banggai dan Askab PSSI Banggai,” ucapnya.
Menurut Sugianto, pihak kepolisian perlu memeriksa panitia penyelenggara serta terduga pelaku penganiayaan. Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk evaluasi sekaligus memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Laporan ini kami buat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama agar konflik tidak meluas ke kelompok masyarakat lainnya,” tambah Sugianto.
Selain menuntut proses hukum, tim Pongkeari Batui mendesak Ketua Askab PSSI Banggai dan Asprov PSSI Sulawesi Tengah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan turnamen, khususnya terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan pertandingan.
Sugianto menegaskan, jika ditemukan adanya kelalaian dalam menjalankan SOP pengamanan, maka harus ada sanksi tegas yang dijatuhkan.
“Harus ada tindakan tegas, termasuk kemungkinan penghentian turnamen, dan panitia wajib bertanggung jawab,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Sugianto berharap laporan ini segera ditindaklanjuti demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga meminta seluruh pendukung tim dan masyarakat Kecamatan Batui untuk tetap tenang.
“Kami mengimbau pendukung dan masyarakat Batui agar tidak terprovokasi. Serahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum dan Askab PSSI yang sudah mulai menanganinya,” pungkas Sugianto. (*)











Discussion about this post