KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Harapan warga di Kecamatan Bunta, Nuhon, dan Simpang Raya, Kabupaten Banggai untuk menjalani ibadah Ramadan 1447 H dengan penuh kekhusyukan kini mendapatkan kekecewaan yang mendalam akibat aliran listrik dari PLN dilaporkan kerap padam tepat saat memasuki waktu krusial, berbuka puasa, pelaksanaan salat Maghrib dan saat makan sahur. Rabu (4/3/2026).
Kondisi yang berulang ini memicu gelombang protes keras di berbagai platform media sosial.
Warga menilai manajemen PLN tidak hanya tidak profesional dalam teknis pelayanan, tetapi juga kurang menunjukkan empati terhadap warga yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci.
Sejak Rabu petang, jagat maya, khususnya beranda Facebook, dipenuhi unggahan kemarahan warga.
Poin utama yang disoroti adalah ketidaksiapan PLN dalam mengantisipasi beban puncak atau kendala teknis di saat masyarakat sangat membutuhkan penerangan.
“Ini sudah bukan lagi sekedar gangguan teknis, tapi PLN sudah ‘pandang enteng’ (meremehkan).
Masa setiap jam buka puasa atau waktu salat listrik justru mati?” tulis salah seorang warga dalam unggahan di Facebook dan menuai komentar senada.
Keresahan warga kian memuncak karena adanya ketidaksesuaian antara informasi resmi dan realita di lapangan.
Warga menyebutkan bahwa jadwal pemadaman terencana yang disebarluaskan sebelumnya mencantumkan waktu yang berbeda.
Namun kenyataannya, listrik justru padam mendadak tanpa pemberitahuan saat warga tengah sibuk menyiapkan hidangan berbuka.
Masyarakat berpendapat bahwa sebagai penyedia layanan tunggal, PLN seharusnya sudah melakukan pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh atau menyiapkan skema antisipasi beban jauh sebelum Ramadan tiba.
“Kami merasa disepelekan. Jadwal yang tersebar itu untuk besok, tapi kenapa hari ini tepat di waktu berbuka justru gelap gulita?” keluh salah satu warga dengan nada bicara kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti pemadaman yang terjadi di wilayah tersebut.
Upaya konfirmasi terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan mengenai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di hari-hari berikutnya












Discussion about this post