Kilasbanggai.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Juni 17, 2026
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Budidaya Lele dari Program SJSP di Desa Dimpalon Banggai Tak Sesuai Harapan

admin by admin
20 Juni 2024
in Banggai, Pemerintahan
Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, menunjukkan sisa terpal yang sebelumnya untuk kolam budidaya ikan lele, Kamis (20/6/2024). (Handover)

Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, menunjukkan sisa terpal yang sebelumnya untuk kolam budidaya ikan lele, Kamis (20/6/2024). (Handover)

“Tidak sesuai harapan, padahal awalnya disebutkan setiap 40 hari terima Rp 4,2 juta, kenyatannya hanya Rp 250 ribu selama 6 bulan,” ungkap Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai.

KILASBANGGAI.COM, KINTOM– Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil budidaya lele dari program tersebut.

Alkaf menyatakan bahwa meskipun awalnya diperkirakan akan memperoleh pendapatan Rp 4,2 juta per 40 hari, kenyataannya hanya memperoleh Rp 250 ribu selama enam bulan melakoni usaha budidaya lele.

“Tidak sesuai harapan, padahal awalnya disebutkan setiap 40 hari terima Rp 4,2 juta, kenyatannya hanya Rp 250 ribu selama 6 bulan,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, Kamis (20/6/2024).

BACA JUGA

DPRD Banggai Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

DPRD Banggai Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

16 Juni 2026
Gempa M6,7 Guncang Sulteng, 8 Warga Jadi Korban, Sejumlah Bangunan Rusak

Gempa M6,7 Guncang Sulteng, 8 Warga Jadi Korban, Sejumlah Bangunan Rusak

16 Juni 2026

Alkaf mengaku tidak ada keuntungan yang diperoleh dari budidaya lele yang dikelolanya melalui program SJSP.

Padahal, ia bahkan rela meninggalkan kebunnya selama 6 bulan untuk fokus pada budidaya lele demi mencapai hasil maksimal, sesuai janji pemerintah daerah saat mendistribusikan 1.250 benih lele pada tahun 2023.

Namun, saat masa panen tiba, Alkaf terpaksa gigit jari lantaran tidak ada pembeli.

Meskipun menerima bantuan awal berupa benih, satu karung pakan, vitamin EM4, terpal, dan papan, bantuan serta pendampingan selanjutnya tidak ada.

“Setelah itu tak ada lagi bantuan, apalagi pendampingan,” kesal Alkaf.

Beberapa kali pegawai Dinas Perikanan Banggai datang meninjau, tetapi tidak ada bantuan maupun pebdampingan lebihlanjut.

Alkaf pun kesulitan membeli pakan yang cukup mahal, dengan harga satu karung konsentrat mencapai Rp 600 ribu, hanya cukup untuk 2 bulan.

Akibatnya, 200 ekor lelenya mati karena tidak ada pakan yang memadai karena hanya diberi makan nasi dan kangkung.

Kolam dengan ukuran 3×4 meter itu tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Kerugian dialami Alkaf lantaran tidak ada pembeli, kalau pun ada hanya dibeli dengan harga di bawah standar.

Kata dia, Dinas Perikanan pernah membawa pembeli, itu pun dibeli seharga Rp 20 ribu per kilogram. Jika diecer, warga justru membeli dengan Rp 30 ribu per kilogram.

“Kalau dibeli tidak semua ikan, ada ukurannya. Kalau lele berkuran besar tidak dibeli, hanya lele sedang,” katanya.

Kata Alkaf, nasib sama juga dialami 2 rekannya yang menerima program tersebut. Bahkan, kedua rekannya lsbih parah karena hampir semua ikan lele mati.

Kini, Alkaf tidak melanjutkan budidaya lele dari program SJSP tersebut lantaran pendapatan yang dihasilkan jauh dari harapan.

Kolam ikan yang terbuat dari papan dan terpal itu telah dibongkar, dan Alkaf telah kembali menekuni pekerjaan awalnya sebagai petani. (*)

Tags: BanggaiBudidaya LeleKintomLuwukSatu Juta Satu Pekarangan
Previous Post

AT Patah Tangan Usai Ditabrak Motor di Pagimana, Polisi Turun TKP

Next Post

Program SJSP Sektor Peternakan di Desa Koyoan Permai Hanya Menyisakan Kandang Kosong

Berita Pilihan

DPRD Banggai Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

DPRD Banggai Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

KILASBANGGAI.COM, LUWUK– DPRD Kabupaten Banggai menerima Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 serta Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban...

Gempa M6,7 Guncang Sulteng, 8 Warga Jadi Korban, Sejumlah Bangunan Rusak

Gempa M6,7 Guncang Sulteng, 8 Warga Jadi Korban, Sejumlah Bangunan Rusak

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

KILASBANGGAI.COM, PALU– Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), menyebabkan delapan...

Sesar Aktif Picu Gempa M6,7 di Palu, BMKG Catat 9 Gempa Susulan

Sesar Aktif Picu Gempa M6,7 di Palu, BMKG Catat 9 Gempa Susulan

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

KILASBANGGAI.COM, PALU– Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Badan...

Asap Tebal Pembakaran Arang di Bunta Dikeluhkan Warga, Jalur Trans Sulawesi Terganggu

Asap Tebal Pembakaran Arang di Bunta Dikeluhkan Warga, Jalur Trans Sulawesi Terganggu

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

KILASBANGGAI.COM, BUNTA– Aktivitas pembakaran arang tempurung kelapa di wilayah Kelurahan Bunta 2, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, mulai memicu keresahan warga...

Lapangan Olahraga Dibongkar untuk Bangun Kopdes, Warga Matabas bakal Aksi di DPRD Banggai

Lapangan Olahraga Dibongkar untuk Bangun Kopdes, Warga Matabas bakal Aksi di DPRD Banggai

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

KILASBANGGAI.COM, BUNTA- Puluhan warga Desa Matabas, Kecamatan Bunta akan mendatangi kantor DPRD Banggai pada Rabu (17/6/2026) besok. Mereka akan melakukan...

Next Post
Program SJSP Sektor Peternakan di Desa Koyoan Permai Hanya Menyisakan Kandang Kosong

Program SJSP Sektor Peternakan di Desa Koyoan Permai Hanya Menyisakan Kandang Kosong

Discussion about this post

Pastikan Warga Tertangani, Wagub Sulteng Turun Langsung ke Lokasi Terdampak Gempa di Palu dan Sigi

Pastikan Warga Tertangani, Wagub Sulteng Turun Langsung ke Lokasi Terdampak Gempa di Palu dan Sigi

by Muhammad Maruf
16 Juni 2026
0

DPRD Banggai Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

DPRD Banggai Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

Gempa M6,7 Guncang Sulteng, 8 Warga Jadi Korban, Sejumlah Bangunan Rusak

Gempa M6,7 Guncang Sulteng, 8 Warga Jadi Korban, Sejumlah Bangunan Rusak

by Asnawi Zikri
16 Juni 2026
0

Anwar Hafid Soroti Profesionalisme ASN: Pejabat Tanpa Inovasi Siap Dirotasi

Sulteng Diguncang Gempa M 6,7, Gubernur Anwar Hafid Gerak Cepat Instruksikan Tanggap Darurat

by Muhammad Maruf
16 Juni 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com