Kilasbanggai.com
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Budidaya Lele dari Program SJSP di Desa Dimpalon Banggai Tak Sesuai Harapan

admin by admin
20 Juni 2024
in Banggai, Pemerintahan
Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, menunjukkan sisa terpal yang sebelumnya untuk kolam budidaya ikan lele, Kamis (20/6/2024). (Handover)

Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, menunjukkan sisa terpal yang sebelumnya untuk kolam budidaya ikan lele, Kamis (20/6/2024). (Handover)

“Tidak sesuai harapan, padahal awalnya disebutkan setiap 40 hari terima Rp 4,2 juta, kenyatannya hanya Rp 250 ribu selama 6 bulan,” ungkap Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai.

KILASBANGGAI.COM, KINTOM– Alkaf Lodik, penerima bantuan program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil budidaya lele dari program tersebut.

Alkaf menyatakan bahwa meskipun awalnya diperkirakan akan memperoleh pendapatan Rp 4,2 juta per 40 hari, kenyataannya hanya memperoleh Rp 250 ribu selama enam bulan melakoni usaha budidaya lele.

“Tidak sesuai harapan, padahal awalnya disebutkan setiap 40 hari terima Rp 4,2 juta, kenyatannya hanya Rp 250 ribu selama 6 bulan,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, Kamis (20/6/2024).

BACA JUGA

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

30 April 2026
Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

30 April 2026

Alkaf mengaku tidak ada keuntungan yang diperoleh dari budidaya lele yang dikelolanya melalui program SJSP.

Padahal, ia bahkan rela meninggalkan kebunnya selama 6 bulan untuk fokus pada budidaya lele demi mencapai hasil maksimal, sesuai janji pemerintah daerah saat mendistribusikan 1.250 benih lele pada tahun 2023.

Namun, saat masa panen tiba, Alkaf terpaksa gigit jari lantaran tidak ada pembeli.

Meskipun menerima bantuan awal berupa benih, satu karung pakan, vitamin EM4, terpal, dan papan, bantuan serta pendampingan selanjutnya tidak ada.

“Setelah itu tak ada lagi bantuan, apalagi pendampingan,” kesal Alkaf.

Beberapa kali pegawai Dinas Perikanan Banggai datang meninjau, tetapi tidak ada bantuan maupun pebdampingan lebihlanjut.

Alkaf pun kesulitan membeli pakan yang cukup mahal, dengan harga satu karung konsentrat mencapai Rp 600 ribu, hanya cukup untuk 2 bulan.

Akibatnya, 200 ekor lelenya mati karena tidak ada pakan yang memadai karena hanya diberi makan nasi dan kangkung.

Kolam dengan ukuran 3×4 meter itu tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Kerugian dialami Alkaf lantaran tidak ada pembeli, kalau pun ada hanya dibeli dengan harga di bawah standar.

Kata dia, Dinas Perikanan pernah membawa pembeli, itu pun dibeli seharga Rp 20 ribu per kilogram. Jika diecer, warga justru membeli dengan Rp 30 ribu per kilogram.

“Kalau dibeli tidak semua ikan, ada ukurannya. Kalau lele berkuran besar tidak dibeli, hanya lele sedang,” katanya.

Kata Alkaf, nasib sama juga dialami 2 rekannya yang menerima program tersebut. Bahkan, kedua rekannya lsbih parah karena hampir semua ikan lele mati.

Kini, Alkaf tidak melanjutkan budidaya lele dari program SJSP tersebut lantaran pendapatan yang dihasilkan jauh dari harapan.

Kolam ikan yang terbuat dari papan dan terpal itu telah dibongkar, dan Alkaf telah kembali menekuni pekerjaan awalnya sebagai petani. (*)

Tags: BanggaiBudidaya LeleKintomLuwukSatu Juta Satu Pekarangan
Previous Post

AT Patah Tangan Usai Ditabrak Motor di Pagimana, Polisi Turun TKP

Next Post

Program SJSP Sektor Peternakan di Desa Koyoan Permai Hanya Menyisakan Kandang Kosong

Berita Pilihan

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

by Muhammad Maruf
30 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,KINTOM - Polsek Kintom memantau langsung pelaksanaan pasar murah dalam rangka mengantisipasi kelangkaan tabung gas LPG 3Kg yang diselenggarakan Dinas...

Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

by Muhammad Maruf
30 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di kompleks Jalur Dua Kelurahan Bungin Timur, Luwuk, berhasil diungkap aparat Resmob Tompotika Polres...

Re’s Decoration Toili di Balik Megahnya Pernikahan dr. Vita & Fikar

Re’s Decoration Toili di Balik Megahnya Pernikahan dr. Vita & Fikar

by Muhammad Maruf
29 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK – Kota Luwuk baru saja menjadi saksi bisu sebuah hajatan besar yang menyatukan janji suci antara dr. Vita dan...

PMII Banggai Sentil Kinerja Pemkab: Investasi Melangit, Kemiskinan Ekstrem Masih Menghimpit

PMII Banggai Sentil Kinerja Pemkab: Investasi Melangit, Kemiskinan Ekstrem Masih Menghimpit

by Muhammad Maruf
29 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Banggai menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap berbagai temuan Panitia Khusus (Pansus)...

BPJS Kesehatan Luwuk Gandeng Media, Paparkan Capaian Program JKN di Enam Kabupaten

BPJS Kesehatan Luwuk Gandeng Media, Paparkan Capaian Program JKN di Enam Kabupaten

by Asnawi Zikri
28 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM, LUWUK– BPJS Kesehatan Cabang Luwuk menggandeng insan pers untuk memperkuat penyebarluasan informasi seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada...

Next Post
Program SJSP Sektor Peternakan di Desa Koyoan Permai Hanya Menyisakan Kandang Kosong

Program SJSP Sektor Peternakan di Desa Koyoan Permai Hanya Menyisakan Kandang Kosong

Discussion about this post

Wujudkan Indonesia Emas, Hardiknas 2026 Gaungkan Metode Deep Learning

Wujudkan Indonesia Emas, Hardiknas 2026 Gaungkan Metode Deep Learning

by Muhammad Maruf
2 Mei 2026
0

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

by Muhammad Maruf
1 Mei 2026
0

Rektor UIN Datokarama Apresiasi Program Beasiswa Berani Cerdas Gubernur Anwar Hafid

Rektor UIN Datokarama Apresiasi Program Beasiswa Berani Cerdas Gubernur Anwar Hafid

by Muhammad Maruf
1 Mei 2026
0

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

by Muhammad Maruf
30 April 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!