KILASBANGGAI.COM, LUWUK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelayanan publik.
Saat ini, kasus dugaan pelanggaran kode etik oleh oknum pegawai di sejumlah Puskesmas yang sempat viral di media sosial telah memasuki tahap penanganan serius oleh instansi terkait.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasitah Datu Adam, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memanggil oknum yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi.
“Terkait oknum yang viral tersebut, sudah kami tindak lanjuti secara prosedural. Proses pemanggilan awal dilakukan oleh Kasubag saat saya sedang menjalankan tugas kedinasan lainnya. Saat ini, perkara tersebut sudah diteruskan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai untuk diproses lebih lanjut,” ujar Nurmasitah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4).
Selain masalah etik, Nurmasitah juga memberikan penjelasan menyeluruh terkait isu tunggakan gaji sopir Puskesmas di wilayah Bunta yang sempat menjadi sorotan publik. Ia memastikan bahwa seluruh kewajiban pembayaran telah diselesaikan sepenuhnya.
“Kami tegaskan bahwa Dinkes Banggai tidak memiliki utang kepada sopir Puskesmas di Bunta. Pembayaran tersebut menggunakan anggaran tahun 2025 dan seluruhnya telah terealisasi sebelum hari raya Idulfitri lalu.
“Masalah ini sudah selesai dan klir,” tegasnya.
Menanggapi tudingan bahwa dirinya sempat “bungkam” dalam pemberitaan sebelumnya, Nurmasitah memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut murni kendala teknis komunikasi karena kesibukan agenda kedinasan.
“Pada saat dihubungi sebelumnya, saya sedang berada dalam rapat penting sehingga belum sempat memberikan respons cepat.
Bukan berarti kami menutup diri dari awak media,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan terhadap kinerja dan etika seluruh pegawai di lingkungan layanan kesehatan.
Langkah ini diambil demi menjamin pelayanan yang prima, profesional, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat Kabupaten Banggai.












Discussion about this post