KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Program percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Banggai tengah dipacu.
Namun, Kelurahan Salabenda, Kecamatan Bunta, hingga kini masih tertinggal dalam realisasi pembangunan infrastruktur ekonomi tersebut.
Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Salabenda, Fadel, mengonfirmasi bahwa kendala utama yang dihadapi pihaknya saat ini adalah ketersediaan lahan untuk lokasi pembangunan gerai.
“Lagi-lagi kami masih terkendala dengan lahan untuk pembangunan,” ujar Fadel saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).
Padahal, Kelurahan Salabenda disebut-sebut memiliki aset lahan strategis, yakni bekas gedung Koperasi Desa lama yang sudah tidak difungsikan.
Lokasi tersebut dinilai ideal untuk pembangunan gerai KDMP yang baru guna mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Namun, rencana pemanfaatan aset tersebut menemui jalan buntu. Pengurus koperasi lama dikabarkan tidak memberikan izin penggunaan bangunan tersebut dengan berbagai alasan.
Menurut keterangan Fadel, gedung lama beserta area depannya saat ini telah disewakan oleh pengurus lama kepada pihak lain.
Alasan yang dikemukakan oleh pengurus lama adalah hasil sewa tersebut digunakan untuk menutupi tunggakan pinjaman di bank.
“Bangunan itu dan lahan di depannya sudah disewakan oleh pengurus lama dengan dalih untuk membayar tunggakan koperasi di bank,” tambah Fadel.
Kondisi ini menyebabkan pembangunan gerai KDMP di Kelurahan Salabenda terhambat, sementara desa dan kelurahan lain di Kabupaten Banggai mulai menunjukkan progres yang signifikan dalam mendukung program pemerintah daerah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus koperasi lama belum dapat dikonfirmasi terkait status sewa lahan dan kendala perizinan yang dialami pengurus KDMP saat ini.












Discussion about this post