KILASBANGGAI.COM, NUHON – Akses transportasi yang menghubungkan Desa Sumber Agung dan Desa Damai Makmur, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hingga kini masih memprihatinkan.
Selama puluhan tahun, warga di kedua desa tersebut terpaksa melintasi dasar sungai yang kering akibat ketiadaan fasilitas jembatan yang memadai.
Kondisi jalur ini sangat kontras dengan statusnya sebagai akses vital bagi mobilisasi warga.
Meski aliran sungai saat ini terpantau kering dan dipenuhi bebatuan lepas, medan tersebut tetap sulit dilalui, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil bumi.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan Rabu (22/4/2026) pembangunan jembatan permanen di titik ini diperkirakan membutuhkan bentang panjang hingga ratusan meter.
Ketiadaan infrastruktur ini menjadi penghambat utama bagi para petani dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka.
“Jalan ini sudah puluhan tahun kondisinya seperti ini, seolah tidak pernah tersentuh program pembangunan pemerintah,” ujar salah satu warga setempat.
Padahal, akses ini merupakan jalur utama yang mempersingkat waktu tempuh warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari .
Masyarakat Nuhon kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Banggai maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah hingga pemerintah pusat untuk segera memprioritaskan pembangunan jembatan tersebut.
Selain mempermudah akses ekonomi, keberadaan jembatan dinilai akan meningkatkan konektivitas antar-desa yang selama ini seolah terputus oleh kondisi alam.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya peninjauan langsung dari instansi terkait agar perencanaan pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat di pelosok Banggai.












Discussion about this post