KILASBANGGAI.COM, LUWUK– Ketua DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Muhammad Risyad Fahlefi, mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan internet di tengah derasnya arus globalisasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi tidak bisa dihindari. Namun, masyarakat, khususnya generasi muda, harus mampu menyaring informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai bangsa.
“Kita sangat prihatin gadget maupun internet banyak disalahgunakan. Memakai gadget tetapi tidak bijaksana untuk memilah dan memilih informasi. Globalisasi dan internasionalisasi tidak bisa dihindari, tetapi yang bisa dilakukan adalah memagari diri sendiri,” kata Risyad saat memberikan sambutan pada acara Dies Natalis Ke-13 DPC GMNI Luwuk Banggai, Jumat (26/6/2026), di ruang pertemuan BKPSDM Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Ia mencontohkan sejumlah paham yang menurutnya perlu diwaspadai, termasuk paham yang menormalisasi perilaku menyimpang, seperti LGBT.
Meski begitu, Risyad menegaskan bahwa GMNI tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap individu.
“Posisi GMNI tidak boleh mendiskriminasi mereka. Karena diskriminasi dan menolak adalah dua hal yang berbeda. Diskriminasi tentu mengabaikan hak mereka sebagai manusia maupun warga negara, tetapi persoalan nilai dalam konteks LGBT itulah yang ditolak bahkan dilawan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Risyad juga menyampaikan pandangannya mengenai sikap Presiden pertama RI, Soekarno, jika masih hidup saat ini.
“Bayangkan apabila Bung Karno masih hidup, tentu beliau akan tegas bahwa ini (LGBT) adalah praktik-praktik penghancuran negara. Kenapa? Karena merusak sebuah negara itu dengan merusak anak mudanya,” katanya. (*)











Discussion about this post