KILASBANGGAI.COM, PAGIMANA – Pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi tengah menuai kritik tajam dari masyarakat setempat.
Pasalnya, operasional SPBU dinilai lambat dalam melayani kendaraan umum karena diduga lebih memprioritaskan pengisian puluhan jerigen.
Salah seorang warga berinisial A mengungkapkan kekecewaannya pada jumat (113/3/2026).
Ia mengaku harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM, sementara petugas SPBU terlihat sibuk melayani pengisian jerigen dalam jumlah besar.
“Kami yang mengantre dengan kendaraan justru lamban dilayani. Petugas di sana malah mendahulukan puluhan jerigen. Ini sangat mengecewakan,” ujar A kepada awak media.
Keresahan warga tidak hanya tertuju pada lambannya pelayanan, tetapi juga pada kecurigaan adanya “permainan” ilegal di balik pengisian jerigen tersebut. Warga mensinyalir bahwa jerigen-jerigen yang dimuat ke dalam mobil pickup tersebut menjadi penyebab utama cepat habisnya stok Solar maupun Pertalite (Bensin) bagi masyarakat umum.
“Bagaimana stok tidak cepat habis kalau yang diisi itu jerigen-jerigen besar yang dimuat ke mobil pickup? Akibatnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk kendaraan harian sering kehabisan,” tambah warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi ini memicu desakan agar aparat penegak hukum, khususnya Polsek Pagimana dan Polres Banggai, segera bertindak melakukan pengawasan di lapangan. Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat menertibkan oknum-oknum yang diduga menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi.
“Kami meminta pihak berwajib segera turun tangan. Jangan sampai ada pembiaran terhadap praktik yang merugikan hak masyarakat luas. Kelancaran distribusi BBM di Pagimana harus menjadi prioritas,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU Pagimana dan pihak kepolisian setempat terkait dugaan praktik prioritas jerigen tersebut.












Discussion about this post