KILASBANGGAI.COM, SIMPANG RAYA– Suasana di Dusun Mumpe, Desa Dodabunta, Kecamatan Simpang Raya, mendadak mencekam.
Keresahan warga memuncak setelah tim lapangan dari PT Indico Sukses Jaya terdeteksi mulai melakukan aktivitas di kawasan hutan setempat, yang diduga kuat sebagai langkah awal eksplorasi pertambangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tim perusahaan dilaporkan telah mendirikan tenda di dalam hutan untuk
beraktivitas.
Kehadiran mereka memicu reaksi keras, mengingat kawasan tersebut merupakan wilayah konservasi tradisional yang dijaga ketat oleh masyarakat dari segala bentuk eksploitasi.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, perwakilan tim PT Indico Sukses Jaya bersikap tertutup mengenai detail aktivitas yang mereka lakukan di hutan Dusun Mumpe.
Mereka enggan memberikan rincian teknis maupun tujuan keberadaan tim di sana.
“Dalam waktu dekat ini (kami) belum punya waktu,” ujar perwakilan tersebut singkat, saat diminta kesediaannya untuk bertemu guna memberikan klarifikasi kepada awak media.
Kehadiran PT Indico ini bak menyulut api dalam sekam. Pasalnya, masyarakat Desa Dodabunta, khususnya Dusun Mumpe yang merupakan Komunitas Adat Terpencil (KAT) secara konsisten telah menyuarakan penolakan keras terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan di wilayah mereka.
Penolakan ini bukan tanpa dasar. Dalam berbagai agenda sosialisasi yang dilakukan oleh sejumlah investor sebelumnya, warga selalu sepakat untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup anak cucu mereka.
Sebagai bukti keseriusan, sebuah baliho besar telah terpampang di pintu masuk wilayah mereka, menegaskan bahwa Dusun Mumpe adalah zona terlarang bagi aktivitas tambang.
Hingga saat ini, warga masih terus memantau pergerakan tim perusahaan di lapangan. Masyarakat berharap pihak berwenang dan pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan aspirasi warga dihormati.
“Kami tidak butuh tambang, kami butuh hutan kami tetap lestari,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal wilayahnya dari pihak manapun yang mencoba mengabaikan suara rakyat demi kepentingan investasi semata. (*)











Discussion about this post