Kilasbanggai.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Mei 8, 2026
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Enam Tambang Nikel Kepung Desa Siuna Banggai, Bom Waktu Bencana Ekologis

Asnawi Zikri by Asnawi Zikri
12 Januari 2026
in Banggai
Enam perusahaan tambang nikel mengepung Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ancaman bencana ekologis di depan mata. (HO/Kilasbanggai)

Enam perusahaan tambang nikel mengepung Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ancaman bencana ekologis di depan mata. (HO/Kilasbanggai)

KILASBANGGAI.COM, SIUNA- Keberlimpahan investasi tambang nikel di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah kembali menyisakan ironi.

Salah satu misalnya di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana yang menjadi lokasi operasional sedikitnya enam perusahaan tambang nikel.

Meski begitu, perubahan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat belum terlihat.

BACA JUGA

Konsep Otomatis

Ratusan Akun E-Absensi ASN Banggai Terblokir, GMNI Luwuk Lontarkan Kritik Pedas: Ini Sinyal Merah Birokrasi!

7 Mei 2026
DSLNG Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Minahasa

DSLNG Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Minahasa

7 Mei 2026

Padahal aktivitas pertambangan telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan nilai investasi yang tidak kecil.

Alih-alih menjadi motor penggerak pembangunan desa, kehadiran industri ekstraktif tersebut justru menyisakan berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Man, seorang warga Desa Siuna mengaku masih bergelut dengan keterbatasan atau kerusakan infrastruktur jalan umum baik berstatus jalan provinsi, kabupaten, dan jalan lingkungan desa setempat. Serta belum optimalnya program pemberdayaan masyarakat yang dijanjikan perusahaan.

“Kalau soal tambang, kami pengguna jalan melihat dan merasakan sendiri setiap hari truk melintasi jalan provinsi, dan kabupaten angkut ore nikel. Serta mobil operasional termasuk melintasi jalan lingkungan desa. Tapi kondisi jalan masih rusak parah,” ungkapnya kepada awak media ini pada Minggu (11/1/2026).

Harapan agar investasi tambang mampu meningkatkan ekonomi warga desa setempat secara merata, hingga kini belum sepenuhnya terwujud.

Selain persoalan sosial ekonomi. Persoalan dampak lingkungan yang kian dikhawatirkan memicu bencana ekologis, seperti yang menerjang beberapa daerah di wilayah Pulau Sumatera semakin menguat.

Aktivitas pembukaan lahan, penggundulan bukit, penggalian, dan mobilisasi material tambang dinilai berpotensi memicu kerusakan lingkungan.

Seperti sedimentasi sungai, penurunan kualitas air, serta berkurangnya lahan produktif warga. Pada musim hujan, warga mengaku kerap dilanda kekhawatiran akan banjir dan longsor.

“Kami tidak anti investasi, tapi jangan sampai lingkungan rusak dan kami yang menanggung akibatnya. Sungai mulai keruh, kebun kelapa dalam, dan lahan persawahan juga terdampak,” keluh warga lainnya.

Kondisi itu sedikit banyak telah diketahui perwakilan rakyat di DPRD Kabupaten Banggai, Tim Investigasi bentukan Pemda Kabupaten Banggai, aparat hukum di kabupaten maupun provinsi, petugas Gakkum kementerian terkait, dan juga anggota Komisi XII DPR RI dari pusat.

Namun sangat disayangkan, ketidakjelasan sanksi apa yang diberikan kepada perusahaan yang diduga telah melakukan pelanggaran yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Hal tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan, dan belum optimalnya implementasi tugas fungsi, serta kewenangan pihak lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Padahal dengan keberadaan enam perusahaan dalam satu desa, semestinya mampu menghadirkan perubahan signifikan jika dikelola dengan prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Kalau enam perusahaan beroperasi di satu wilayah tapi desa tetap tertinggal, itu menandakan ada masalah serius. Negara dan daerah harus hadir memastikan hak masyarakat tidak terabaikan.

Situasi tersebut memunculkan desakan, agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan nikel di wilayah Desa Siuna. Mulai dari aspek perizinan, kepatuhan lingkungan, dan lainnya.

Tanpa langkah konkret dan komitmen kuat dari seluruh pihak, investasi besar dikhawatirkan hanya akan menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat di lingkar tambang tetap berada dalam bayang-bayang ketimpangan pembangunan ancaman bencana emkologis. (*)

Tags: BanggaiBencana EkologisDeforestasiNikel SiunaPagimanaSulteng
Previous Post

Efisiensi Anggaran atau Sentralisasi Kekuasaan? Pilkada oleh DPR dalam Perspektif Ekonomi Politik

Next Post

Kejaksaan Serius Ungkap Dugaan Korupsi DD Serta Bumdes di Bunta dan Simpang Raya, Banggai

Berita Pilihan

Konsep Otomatis

Ratusan Akun E-Absensi ASN Banggai Terblokir, GMNI Luwuk Lontarkan Kritik Pedas: Ini Sinyal Merah Birokrasi!

by Muhammad Maruf
7 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK – Integritas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai tengah menjadi sorotan tajam. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang...

DSLNG Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Minahasa

DSLNG Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Minahasa

by Uci Saripi
7 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM, LUWUK- PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara....

Hilang Konsentrasi Saat Menanjak, Mobil Pengangkut Buah Mundur dan Terguling di Batui

Hilang Konsentrasi Saat Menanjak, Mobil Pengangkut Buah Mundur dan Terguling di Batui

by Muhammad Maruf
6 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM,BATUI- Sebuah mobil pick up pengangkut sayur dan buah-buahan mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Atas Trans Sulawesi Luwuk -...

Gaji Rp35 Juta per Bulan, Fenomena ‘Kursi Kosong’ DPRD Banggai Jadi Sorotan

Gaji Rp35 Juta per Bulan, Fenomena ‘Kursi Kosong’ DPRD Banggai Jadi Sorotan

by Asnawi Zikri
5 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM, LUWUK– Kinerja anggota DPRD Kabupaten Banggai tengah berada di bawah radar kritik publik. Meski mengantongi penghasilan hingga puluhan juta...

Diduga Dikeroyok Empat Orang di Rumah Sendiri, Warga Tombongan Ulos Alami Luka Serius

Diduga Dikeroyok Empat Orang di Rumah Sendiri, Warga Tombongan Ulos Alami Luka Serius

by Asnawi Zikri
5 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM, BUNTA– Aksi dugaan penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan menimpa seorang perempuan bernama Pardina (46), warga Desa Tombongan Ulos, Kecamatan...

Next Post
Kejaksaan Serius Ungkap Dugaan Korupsi DD Serta Bumdes di Bunta dan Simpang Raya, Banggai

Kejaksaan Serius Ungkap Dugaan Korupsi DD Serta Bumdes di Bunta dan Simpang Raya, Banggai

Discussion about this post

Konsep Otomatis

Ratusan Akun E-Absensi ASN Banggai Terblokir, GMNI Luwuk Lontarkan Kritik Pedas: Ini Sinyal Merah Birokrasi!

by Muhammad Maruf
7 Mei 2026
0

DSLNG Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Minahasa

DSLNG Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Minahasa

by Uci Saripi
7 Mei 2026
0

Penilaian Lomba Desa di Banggai Laut, Bupati Sofyan Tekankan Pelayanan dan Partisipasi Masyarakat

Penilaian Lomba Desa di Banggai Laut, Bupati Sofyan Tekankan Pelayanan dan Partisipasi Masyarakat

by Uci Saripi
7 Mei 2026
0

Resmi Ambil Formulir, Anwar Hafid Siap Maju Kembali Pimpin Demokrat Sulteng

Resmi Ambil Formulir, Anwar Hafid Siap Maju Kembali Pimpin Demokrat Sulteng

by Muhammad Maruf
7 Mei 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

error: Content is protected !!