Kilasbanggai.com
Senin, Februari 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Razia Buku: Sejarah Ketakutan yang Berulang

admin by admin
20 September 2025
in Opini

Oleh: Abdul Rahman Lasading

KILASBANGGAI.COM – Razia buku selalu berulang dalam sejarah Indonesia, seperti sebuah drama yang diputar kembali dengan aktor berbeda, tetapi dengan naskah yang sama: rasa takut pada pengetahuan. Buku-buku dicurigai hanya karena labelnya—“kiri”, “tengah”, atau “kanan”—padahal sebuah buku, apapun muatannya, sejatinya adalah alat belajar.

 

BACA JUGA

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

7 Februari 2026
Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

6 Februari 2026

Ia adalah pintu untuk memahami bagaimana ide-ide lahir, berkembang, diperdebatkan, dan bahkan ditolak. Negara atau aparat yang menyita buku sering berargumen soal keamanan, bahaya ideologi, atau ketertiban sosial. Tetapi mari jujur: adakah masyarakat yang menjadi lebih dewasa dan kuat dengan melarang bacaan?

 

Atau justru sebaliknya, larangan itu hanya melahirkan kecurigaan, mengekalkan ketidaktahuan, dan memperlebar jurang antara negara dan warganya? Buku-buku kiri, yang bicara soal keadilan sosial dan perlawanan atas ketidakadilan; buku-buku kanan, yang mengusung tradisi, konservatisme, atau religiusitas; hingga buku-buku tengah, yang mencari titik kompromi dan jalan moderat—semuanya adalah bagian dari proses manusia mencari jawaban.

 

Michel Foucault (1972) pernah menulis, “Pengetahuan bukan hanya sekadar alat untuk memahami dunia, melainkan juga medan pertarungan kekuasaan.” Maka, ketika negara merazia buku, yang sesungguhnya dipertaruhkan bukan sekadar teks di atas kertas, tetapi kuasa siapa yang boleh dan tidak boleh berbicara.

 

Belajar politik tanpa membaca karya kiri ibarat memahami sejarah musik dengan menutup telinga pada gamelan. Begitu pula sebaliknya: menolak bacaan kanan sama dengan menyangkal setengah dari lanskap gagasan yang hidup di masyarakat. Pengetahuan adalah medan pertemuan ide. Justru dengan membaca dan menguji semua spektrum gagasan, kita bisa belajar memilah mana yang masih relevan, mana yang harus dikritisi, dan mana yang mesti ditinggalkan.

 

Razia buku menghentikan dialog itu, memutus rantai belajar, dan mengajarkan generasi muda bahwa ketakutan lebih kuat daripada akal sehat. Sejarah dunia penuh bukti bahwa razia buku tidak pernah benar-benar memadamkan ide. Buku-buku Marx pernah dilarang, tetapi gagasannya menyebar di berbagai belahan dunia. Begitu pula teks-teks keagamaan atau filsafat yang berabad-abad ditolak penguasa, justru hidup kembali di tangan pembaca yang mencari.

 

“Kata-kata memiliki sayap,” tulis Salman Rushdie (1990), “bahkan ketika buku dibakar, gagasannya terbang melampaui api.” Tidak semua gagasan layak diikuti, bahkan banyak yang berbahaya. Namun justru di situlah esensi belajar: membedakan, menguji, dan mengolah pikiran. Menutup akses pada bacaan hanya akan menjadikan masyarakat rapuh, mudah percaya pada gosip atau propaganda, karena tak pernah ditempa oleh perdebatan gagasan yang sebenarnya.

 

Kajian dari Amartya Sen (1999) dalam Development as Freedom menunjukkan bahwa kebebasan berpikir dan berekspresi bukan sekadar nilai moral, tetapi prasyarat bagi kemajuan ekonomi, sosial, dan politik. Masyarakat yang dibatasi bacaan cenderung stagnan, sementara yang membuka diri pada arus ide lebih adaptif dalam menghadapi perubahan. Buku kiri, tengah, dan kanan adalah cermin perjalanan manusia mencari makna hidup bersama.

 

Menyita buku berarti menolak bercermin. Dan masyarakat yang tak berani bercermin hanya akan berjalan dengan wajah yang tak dikenalnya sendiri. Kalau kita ingin bangsa yang kuat, bukannya menutup buku, yang harus dilakukan adalah membuka sebanyak mungkin, lalu mengajarkan warganya bagaimana membaca dengan kritis. Sebab kebebasan berpikir hanya tumbuh subur di tanah yang tak ditaburi ketakutan.

Previous Post

GMNI Poso Sukses Gelar PPAB II, Perkuat Ideologi Marhaenisme di Tanah Sintuwu Maroso

Next Post

Evaluasi Program Berani Sehat di Poso, Wagub Sulteng Ingatkan Nakes Jangan Tolak Pasien Ber-KTP Sulawesi Tengah

Berita Pilihan

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

by Ikbal Siduru
7 Februari 2026
0

Oleh: "Ikbal Siduru" Jurnalis kilasbanggai.com KILASBANGGAI.COM - Menjelang peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2026 mendatang, refleksi mendalam mengenai...

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

by Ikbal Siduru
6 Februari 2026
0

Oleh : Sahrullah Timala, Ketua IMKBNS dan Alumni SMA Negeri 1 Bunta KILASBANGGAI.COM, BANGGAI - Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon...

Tak Harus Mahal, Cukupi Kebutuhan Kalsium dengan Pangan Alami di Sekitar Kita

by Muhammad Maruf
9 Januari 2026
0

Penulis: dr. I Gusti Agung Wira Utama Putra KILASBANGGAI.COM- Kesehatan tulang dan sendi adalah fondasi utama yang memungkinkan manusia untuk...

Istilah “Kamis Keramat” Dalam Komunikasi Politik Kekuasaan pada pelantikan Pejabat di kabupaten Banggai

Istilah “Kamis Keramat” Dalam Komunikasi Politik Kekuasaan pada pelantikan Pejabat di kabupaten Banggai

by Ikbal Siduru
7 Januari 2026
0

KILASBANGGAI.COM - Istilah "kamis keramat" Dikalangan ASN kabupaten Banggai identik dengan Pelantikan pejabat eselon II dan III yang akan menempati...

Pilkada oleh DPRD: Kartelisasi Politik dan Perselingkuhan Kepentingan Antar Partai

Pilkada oleh DPRD: Kartelisasi Politik dan Perselingkuhan Kepentingan Antar Partai

by Ikbal Siduru
3 Januari 2026
0

KILASBANGGAI.COM - Perjalanan awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ditandai oleh serangkaian kebijakan yang memicu perdebatan publik. Salah satu yang paling...

Next Post
Evaluasi Program Berani Sehat di Poso, Wagub Sulteng Ingatkan Nakes Jangan Tolak Pasien Ber-KTP Sulawesi Tengah

Evaluasi Program Berani Sehat di Poso, Wagub Sulteng Ingatkan Nakes Jangan Tolak Pasien Ber-KTP Sulawesi Tengah

Discussion about this post

Long Boat Mati Mesin di Banggai Laut, 5 Penumpang Selamat Dievakuasi Tim SAR

Long Boat Mati Mesin di Banggai Laut, 5 Penumpang Selamat Dievakuasi Tim SAR

by Asnawi Zikri
16 Februari 2026
0

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Ponpes Fathul Hikam Al Mubarak Gelar Pawai Obor Meriah

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Ponpes Fathul Hikam Al Mubarak Gelar Pawai Obor Meriah

by Muhammad Maruf
16 Februari 2026
0

Bintang Lapangan Bersinar di Piala Bupati Banggai, Tiga Pemain Sabet Penghargaan Individu

Bintang Lapangan Bersinar di Piala Bupati Banggai, Tiga Pemain Sabet Penghargaan Individu

by Ikbal Siduru
16 Februari 2026
0

Jaga Stabilitas Pangan, Polres Banggai Sidak Kios Beras di Pasar Simpong

Jaga Stabilitas Pangan, Polres Banggai Sidak Kios Beras di Pasar Simpong

by Asnawi Zikri
15 Februari 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!