KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menuai sorotan tajam.
Pasalnya, program unggulan pemerintah tersebut dinilai tidak merata dan terkesan tebang pilih, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah timur Kecamatan Bunta.
Berdasarkan laporan di lapangan, sementara sekolah di desa lain di Kecamatan Bunta telah menikmati manfaat program ini sejak lama, institusi pendidikan di wilayah timur kecamatan bunta justru masih gigit jari. Kondisi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.
Adapun wilayah yang terdampak “kekosongan” program MBG ini meliputi sembilan desa, yakni: Desa Tuntung, Desa Nanga-Nanga’on, Desa Longgolian, Desa Toima, Desa Matabas, Desa Koili, Desa Huhak, Desa Lontio dan Desa Balanga.
Keluhan muncul dari para orang tua murid yang merasa anak-anak mereka dianaktirikan.
Salah satu orang tua murid di wilayah Bunta Timur mengungkapkan kekecewaannya terkait distribusi program yang dianggap tidak merata ini.
“Ini tidak ada keadilan. Di desa lain dalam satu kecamatan sudah berjalan lama, tapi kenapa kami di wilayah timur sama sekali belum tersentuh? Padahal kebutuhan gizi anak-anak kami sama pentingnya,” keluhnya pada Jumat (6/2).
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di sembilan desa tersebut masih mempertanyakan alasan teknis di balik tersendatnya penyaluran program MBG di wilayah mereka.
Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan evaluasi agar prinsip pemerataan program dapat dirasakan oleh seluruh siswa tanpa terkecuali.
Ketimpangan ini dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan sosial antarwilayah jika tidak segera ditangani oleh otoritas berwenang di Kabupaten Banggai.












Discussion about this post