KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Pelaksanaan ibadah puasa di sebagian wilayah Kecamatan Bunta diwarnai kekecewaan mendalam. Aliran listrik dari PT PLN (Persero) mendadak padam tepat saat warga tengah bersiap menyantap hidangan sahur, Kamis (26/2/2026).
Kondisi ini memicu gelombang keluhan dari masyarakat yang merasa haknya sebagai pelanggan terabaikan di waktu krusial. Pemadaman yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya ini dinilai sangat mengganggu kekhusyukan dan kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Sejumlah warga menyayangkan pola gangguan listrik yang seolah menjadi “tradisi tahunan” setiap kali Ramadan tiba.
“Bagaimana tidak kecewa, justru di saat kami butuh penerangan untuk menyiapkan dan makan sahur, lampu malah dimatikan. PLN dinilai selalu berulah di waktu-waktu tertentu saat bulan suci,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kesal.
Warga menilai PLN kurang sigap dalam menjaga keandalan pasokan listrik, padahal kebutuhan masyarakat sedang berada di titik puncak pada jam-jam tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga berita ini ditayangkan, aliran listrik PLN di wilayah terdampak dilaporkan telah kembali menyala. Meski lampu sudah kembali menerangi rumah-rumah warga, kekecewaan akibat terganggunya momen sahur tetap membekas.











Discussion about this post