KLISBANGGAI.COM, BANGGAI – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi tengah kini menjadi sorotan.
Pasalnya, pihak pengelola program dinilai sulit untuk diakses dan terkesan menutup diri saat dikonfirmasi terkait keterbukaan publik dalam pengelolaan program tersebut.
Berdasarkan penelusuran tim media Kilasbanggai terdapat kendala komunikasi yang cukup serius saat hendak mengonfirmasi alur dan transparansi program MBG di wilayah tersebut.
Pihak-pihak kunci yang seharusnya menjadi narasumber, yakni Koordinator Wilayah (Korwil) MBG, Yesberlin; Kepala Satuan Pelayanan (SPPG) Simpang Raya, Ratih; serta Ketua Yayasan Berkah Nusantara Mandiri, Yatmo, sulit untuk ditemui.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu (25/2/2026) terkait permohonan wawancara langsung, Yesberlin memberikan respons singkat, “Mohon maaf pak. Belum bisa.. terima kasih.” Meski sempat memberikan klarifikasi tertulis, Yesberlin tidak memberikan ruang bagi media untuk melakukan verifikasi mendalam secara langsung.
Kondisi serupa terjadi di lokasi Dapur SPPG Simpang Raya. Ratih, selaku Kepala SPPG, justru memberikan batasan akses bagi awak media. Ia menegaskan bahwa pihak media tidak diperkenankan memasuki area Dapur SPPG tanpa adanya surat tugas khusus, meskipun ada identitas pers (ID Card).
Di sisi lain, sikap lebih tertutup ditunjukkan oleh Ketua Yayasan Berkah Nusantara Mandiri, Yatmo. Hingga berita ini diturunkan, ia sama sekali tidak memberikan respons meski telah dihubungi berulang kali melalu via WhatsApp.
Sikap tertutup dari para pengelola program MBG ini memicu tanda tanya besar terkait transparansi pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan hajat publik. Sebagai program strategis, transparansi merupakan kewajiban yang harus dijunjung tinggi oleh para pelaksana di lapangan.
Publik berharap pihak terkait, terutama pengelola program di tingkat daerah, dapat lebih kooperatif dalam memberikan informasi. Transparansi bukan sekedar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab moral terhadap keberhasilan program makan bergizi bagi masyarakat.
Hingga saat ini, tim media masih berupaya melakukan verifikasi lebih lanjut kepada dinas atau instansi terkait di Kabupaten Banggai guna menindaklanjuti persoalan akses informasi ini.












Discussion about this post