KILASBANGGAI.COM, BUNTA– Peran kepala desa yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat kini tengah menjadi sorotan tajam di Desa Nanga-Nangaon, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai.
Kepala Desa, Fredy Suasa, diduga kuat terlibat langsung sebagai fasilitator utama atau ‘pemain’ di balik masuknya perusahaan tambang nikel, PT Banggai Kencana Permai (BKP), yang saat ini tengah melakukan kegiatan eksplorasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber tepercaya, kehadiran PT BKP di wilayah tersebut disinyalir mulus berkat karpet merah yang digelar oleh sang kepala desa.
Fredy diduga memanfaatkan posisinya untuk membuka jalur birokrasi dan memobilisasi warga setempat agar menerima korporasi tersebut.
Dugaan keterlibatan oknum kades ini tidak hanya sebatas urusan administrasi. Informasi dari warga setempat mengungkap adanya praktik finansial yang mengikat, di mana kepala desa diduga bertindak sebagai penyedia dana talangan bagi warga yang direkrut.
“Dia (Kades) yang punya akses ke dalam perusahaan, dia juga yang mencari orang (pekerja). Bahkan dia yang memberikan uang panjar kalau warga meminta. Nanti kalau gaji dari perusahaan sudah cair, baru dipotong dari uang yang dia berikan sebelumnya,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (7/6/2026).
Praktik semacam ini dinilai sarat akan konflik kepentingan. Alih-alih berdiri di pihak masyarakat untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap dampak ekologis dan sosial dari tambang, figur pemimpin desa justru terkesan bertindak layaknya agen atau kontraktor tenaga kerja (outsourcing) bagi korporasi.
Secara etika pemerintahan, keterlibatan aktif seorang kepala desa dalam operasional atau perekrutan perusahaan tambang di wilayahnya memicu pertanyaan besar terkait transparansi.
Ketika pemegang otoritas lokal merangkap sebagai fasilitator industri ekstraktif, posisi tawar masyarakat adat dan kelestarian lingkungan hidup di Kecamatan Bunta terancam dikesampingkan.
Kepala Desa Nanga-Nangaon, Fredy Suasa, saat dikonfirmasi tidak menampik kabar tersebut. Ia mengaku keyerlibatannya hanya sebatas menolong warganya.
“Hanya menolong, itu pun kalau bisa ditolong. Apalagi yang datang minta tolong saudara-saudara saya,” kata dia via WhatsApp.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Banggai Kencana Permai (BKP) belum memberikan keterangan resmi meski sudah ada upaya dikonfirmasi. (*)











Discussion about this post