KILASBANGGAI.COM– Potret buram infrastruktur kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ruas jalan poros yang menghubungkan Matanyo hingga Siuna kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bukan sekadar rusak biasa, akses utama warga ini tampak dibiarkan hancur perlahan selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras tergantung cuaca. Saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara. Sebaliknya, saat cuaca panas, warga harus berjibaku dengan polusi debu yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Kerusakan ini disinyalir diperparah oleh lalu lalang truk sawit yang melintas tanpa henti.
Tokoh pemuda setempat, Syahril Ido, menyuarakan kegelisahan warga atas lambannya respons Pemerintah Daerah. Dalam keterangannya pada Rabu (1/4/2026), ia menegaskan bahwa masyarakat seolah dipaksa menerima keadaan meski risiko kecelakaan selalu mengintai.
“Aktivitas ekonomi warga, mulai dari berangkat kerja hingga mengangkut hasil pertanian, semuanya terhambat. Kami sudah bertahun-tahun melewati jalan yang tidak layak ini,” ujar Syahril.
Warga mendesak adanya langkah nyata dan permanen dari pemerintah, bukan sekadar janji atau perbaikan sementara. Harapannya, dengan infrastruktur yang memadai, keselamatan masyarakat dapat terjamin dan roda perekonomian di wilayah tersebut dapat kembali bangkit.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian kapan perbaikan menyeluruh akan direalisasikan di jalur tersebut.(*)












Discussion about this post