KILASBANGGAI.COM, LUWUK– Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial bergerak cepat menangani kasus kemanusiaan yang menimpa Alifa Ni Matur Rahma (14), siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Luwuk yang mengidap disabilitas fisik serta kelainan jantung bawaan atau Congenital Heart Disease (CHD).
Remaja asal Kelurahan Hanga-Hanga itu kini dirujuk ke RSUD Wahidin Makassar guna mendapatkan penanganan medis spesialis yang belum tersedia di Kabupaten Banggai.
Alifa sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Luwuk sejak 15 April 2026 setelah mengalami nyeri dada hebat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi Alifa membutuhkan penanganan lanjutan oleh dokter spesialis jantung anak.
Hasil Rapid Assessment yang dilakukan tim teknis pada 5 Mei 2026 menyebutkan bahwa kondisi Alifa memerlukan tindakan kedaruratan segera sehingga proses rujukan ke Makassar harus dipercepat.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Banggai bersama sejumlah pihak turut membantu pembiayaan transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan.
Total bantuan yang terkumpul mencapai Rp15,5 juta dengan rincian Dinas Sosial Kabupaten Banggai melalui layanan kedaruratan sebesar Rp10 juta, BAZNAS Kabupaten Banggai Rp5 juta, serta Yayasan Banggai Emas Rp500 ribu.
“Kami fokus pada percepatan administrasi dan dukungan psikososial bagi keluarga. Penyakit jantung anak membutuhkan penanganan spesifik yang saat ini baru tersedia secara lengkap di Makassar,” ujar pihak terkait dalam laporan asesmen.
Selain bantuan dana, pendampingan sosial juga diberikan kepada ayah kandung Alifa, Pujianto, guna memperkuat mental keluarga selama mendampingi proses pengobatan anaknya.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUD Luwuk dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai atas koordinasi lintas sektor yang dinilai berjalan baik demi keselamatan pasien.
Langkah cepat dan kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membantu Alifa memperoleh penanganan medis optimal serta segera pulih kembali. (*)













Discussion about this post