KILASBANGGAI.COM,LUWUK – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, komunitas Banggai Book Party (BBP) menggelar diskusi literasi “Talkeracy” bertajuk Manage Yourself. Acara yang berlangsung di Kafe Kaeri Literasi, Kota Luwuk, pada Sabtu pagi ini sukses menarik perhatian sekitar 60 peserta, Sabtu (2/5/2026).
Sejak pukul 09.30 WITA, para pecinta buku yang akrab disapa Bookmates mulai memadati lokasi. Suasana diskusi berlangsung hangat namun tetap fokus, dikawal langsung oleh jajaran Chapter Crew BBP hingga sesi berakhir pada tengah hari.
Community Coordinator BBP, Mohamad Rizky Bayu Aditya atau yang akrab disapa Kabay menjelaskan bahwa agenda ini merupakan manifestasi BBP dalam memaknai esensi pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak boleh kaku dan hanya terbatas pada dinding sekolah atau kampus.
“Kami percaya pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas formal, tetapi juga tumbuh subur di ruang-ruang diskusi terbuka seperti ini. Menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan adalah cara kami merayakan Hari Pendidikan,” ujar Kabay.
Ia menambahkan bahwa literasi adalah fondasi kehidupan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, hingga berempati terhadap sesama. Oleh karena itu, BBP berkomitmen untuk terus konsisten menggelar book party dengan format yang lebih variatif guna meningkatkan budaya baca masyarakat.
Hadir sebagai pemateri utama, I Putu Andre Juliana, penulis buku Manage Yourself, membedah pentingnya kesadaran diri di tengah gempuran distraksi digital.
“Buku ini mengajak kita untuk mampu mengelola privilege maupun kekurangan yang dimiliki. Tujuannya agar hidup lebih terarah dan kita tetap bisa bertumbuh di era yang penuh gangguan ini,” jelas Andre di hadapan peserta.
Materi tersebut disambut positif oleh peserta. Syaila, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan penyampaian yang ringan namun mendalam. “Materinya sangat kompleks, sangat dekat dengan keseharian kita. Ini membuat kami lebih reflektif terhadap cara menjalani hidup dan tantangan manajemen diri bagi generasi muda,” ungkapnya.
Meski acara berjalan sukses, masukan dari peserta tetap mengalir. Niken, peserta lainnya, mengusulkan agar sesi book review (ulasan buku) kembali dihadirkan sebagai pembuka sebelum materi utama, seperti pada agenda-agenda sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabay menyambut baik setiap masukan sebagai bahan evaluasi. Ia bahkan membocorkan rencana untuk menggelar kegiatan di lokasi yang lebih santai. “Ada kemungkinan book party berikutnya akan dilaksanakan di pantai agar suasana lebih segar,” tuturnya.
Menutup kegiatan, Kabay memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada Kaeri Literasi, Kak Putu Andre, seluruh Bookmates, dan Chapter Crew yang telah bekerja kompak dengan semangat have fun,” pungkasnya.(*)













Discussion about this post