KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Kemarahan warga terhadap pelayanan PT PLN (Persero) memuncak di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai. Pada Rabu malam (18/3/2026), puluhan warga Desa Bohotokong melakukan aksi bakar ban di tengah jalan Trans Sulawesi sebagai bentuk protes atas seringnya pemadaman listrik secara sepihak.
Aksi ini merupakan puncak keresahan masyarakat di tiga kecamatan Bunta, Nuhon, dan Simpang Raya yang merasa hak mereka sebagai konsumen diabaikan, terutama saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Warga menilai PLN tidak memiliki komitmen dalam menjaga stabilitas pasokan listrik selama waktu krusial, yakni saat berbuka puasa, salat Tarawih, hingga waktu sahur. Langkah “bakar ban” ini diambil setelah aspirasi lisan sebelumnya dianggap angin lalu oleh pihak penyedia layanan.
“PLN terkesan memandang enteng kenyamanan warga. Padahal, ini adalah bulan ibadah di mana listrik menjadi kebutuhan vital. Pemadaman di jam-jam ibadah menunjukkan kurangnya perencanaan dan empati dari manajemen terhadap kondisi di lapangan,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam aksi tersebut saat di hubungi media ini.
Meski sempat menghambat arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi, aksi ini justru mendapat apresiasi dan dukungan moral dari warga di kecamatan tetangga. Mereka merasa tindakan tegas di Desa Bohotokong merupakan representasi dari “jeritan” kolektif pelanggan yang selama ini hanya bisa bersabar menghadapi gangguan layanan yang berulang.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menuntut kepastian dari pihak PLN agar tidak lagi melakukan pemadaman di jam-jam krusial. Masyarakat mendesak adanya transparansi mengenai kendala teknis yang terjadi serta solusi permanen, agar momentum Ramadhan tidak terus terganggu oleh masalah klasik krisis listrik.












Discussion about this post