KILASBANGGAI.COM, BANGGAI– Hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Banggai pada Selasa (10/3/2026) sore mengakibatkan banjir bandang di Jalan Trans Sulawesi.
Luapan air dan material tanah dilaporkan memutus akses utama yang menghubungkan Kecamatan Kecamatan Pagimana dan kecamatan Lobu tepatnya di Desa Uwedaka-daka.
Berdasarkan pantauan video dari lokasi kejadian, terlihat aliran air berwarna cokelat pekat meluap hingga menutupi badan jalan dengan arus yang cukup deras. Pengendara mobil dan motor tampak harus ekstra waspada saat melintasi genangan air yang tingginya mencapai lutut orang dewasa.
Andi, seorang warga Simpang Raya yang sedang melintas dari arah Pagimana, mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa banjir terjadi di beberapa titik, terutama di sepanjang jalur pagimana menuju ke lobu.
“Kondisi air sangat deras dan menutupi jalan. Selain banjir, ada juga titik-titik longsor di pinggir jalan yang membahayakan pengendara. Kami terpaksa melintas dengan sangat hati-hati,” ujar Andi saat dikonfirmasi di lokasi.
Informasi mengenai bencana ini juga telah menyebar luas di media sosial. Warganet diimbau untuk berhati-hati dalam perjalanan, mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem dan debit air yang terus meningkat.
“Info penting buat teman-teman yang dari arah Lobu ke Pagimana atau sebaliknya, ada banjir setinggi lutut orang dewasa dan arusnya deras sekali setelah Kampung Uwedaka. Ada juga longsor di beberapa titik pinggir jalan. Diharapkan selalu hati-hati,” tulis salah satu akun Facebook yang membagikan situasi terkini.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran dari warga terkait penyebab banjir bandang ini. Beberapa pihak menduga banjir dipicu oleh berkurangnya kawasan hutan akibat aktivitas pertambangan nikel di wilayah Pagimana. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti bencana tersebut.
Hingga Selasa malam, banjir dilaporkan masih terus meluap ke badan jalan. Para pengendara roda dua maupun roda empat diimbau untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintas jika arus air semakin kencang demi keselamatan jiwa.












Discussion about this post