KILASBANGGAI.COM, SIMPANG RAYA – Menanggapi beredarnya potongan video terkait komposisi menu Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Kepala SPPG Simpang Raya, Ratih, akhirnya memberikan klarifikasi.
Meski membenarkan isi video tersebut, pihaknya berkomitmen menjadikan masukan publik sebagai bahan evaluasi fundamental.
Ratih mengonfirmasi bahwa menu yang terlihat dalam video tersebut memang berasal dari dapur SPPG Simpang Raya.
Menurutnya, paket yang dibagikan tersebut merupakan bagian dari skema distribusi menu untuk tiga hari ke depan.
Dalam video yang beredar, terlihat paket makanan terdiri dari:
3 butir telur rebus
1 buah naga
1 bungkus keripik tempe
1 buah roti
1 buah jagung
Secara terperinci, estimasi nilai ekonomi dari paket tersebut mencakup roti seharga Rp2.500, jagung Rp4.000, telur Rp7.500, keripik tempe Rp6.000, dan buah naga Rp11.000.
Meski pihak SPPG bersikap kooperatif, muncul catatan kritis mengenai efektivitas pemenuhan gizi dari komposisi tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) idealnya mengedepankan prinsip gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari sayur-sayuran.
Kehadiran keripik tempe dan roti sebagai bagian dari paket utama memicu pertanyaan mengenai standar pengolahan makanan.
Sebagai program intervensi gizi nasional, penggunaan makanan olahan (seperti keripik) dinilai kurang ideal dibandingkan dengan protein nabati segar yang diolah secara organik.
Selain itu, porsi karbohidrat ganda (roti dan jagung) perlu ditinjau ulang agar selaras dengan kebutuhan kalori harian sasaran program tanpa mengesampingkan asupan serat dari sayur hijau yang tidak tampak dalam paket tersebut.
Menutup pernyataannya, Ratih menekankan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap dinamika yang terjadi di lapangan. Ia meminta agar kejadian ini dipandang sebagai fase pembelajaran untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi kami kedepan untuk memastikan kualitas menu tetap terjaga dan sesuai dengan harapan,” ujar Ratih.
Publik kini menanti langkah konkret dari SPPG Simpang Raya dalam menyusun formulasi menu yang tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga memenuhi standar emas nutrisi bagi masyarakat Kabupaten Banggai.












Discussion about this post