KILASBANGGAI.COM,PALU – Kebiasaan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, yang rutin membuka diri bagi masyarakat usai shalat Subuh berjamaah kembali membuahkan hasil positif. Kali ini, pengurus daerah Nahdlatul Wathan (NW) Kabupaten Banggai berkesempatan langsung menyampaikan aspirasi serta undangan kegiatan pengajian akbar kepada orang nomor satu di Negeri Seribu Megalit tersebut.
Pada Rabu pagi (21/1/2026), bertempat di Masjid Kantor Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, pimpinan Pondok Pesantren Fathul Hikam Al Mubarak NW Toili Barat, Sanusi, menemui Gubernur Anwar Hafid usai shalat Subuh berjamaah. Pertemuan yang berlangsung khidmat ini bertujuan untuk menyerahkan undangan Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Hultah) ke-8 pondok pesantren tersebut.
Mendapat undangan tersebut, Gubernur Anwar Hafid memberikan respons yang sangat positif dan menyatakan kesiapannya untuk hadir di tengah-tengah jamaah.
“InsyaAllah saya hadir. Saya juga sudah lama ingin bersilaturahmi bersama jamaah di sana,” ucap Anwar Hafid.
Kehadiran Gubernur sangat dinantikan oleh ribuan jamaah NW di Kabupaten Banggai. Menurut Sanusi, kehadiran sang pemimpin bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi obat kerinduan bagi masyarakat di pelosok Toili Barat.
“Selain kehadiran guru-guru kami nantinya, kami juga sangat merindukan kehadiran Pak Gubernur dalam pengajian kami nanti,” ujar Sanusi.
Rencananya, acara yang akan dipusatkan di Desa Uwelolu, Kecamatan Toili Barat pada 4 Februari 2026 mendatang ini juga akan dihadiri oleh dua Tuan Guru utusan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW).
Nahdlatul Wathan merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki fokus kuat pada tiga pilar utama: Pendidikan, Sosial, dan Dakwah. Di Kabupaten Banggai sendiri, NW telah membina enam pondok pesantren sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia.
Menariknya, pokok perjuangan NW ini dinilai sangat selaras dengan 9 Program Berani yang diusung oleh Gubernur Anwar Hafid. Kesamaan visi dalam memajukan sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial menjadi alasan kuat mengapa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti NW terus diperkuat.(*)













Discussion about this post