KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, SP, melakukan aksi nyata untuk mengubah wajah pertanian di wilayahnya.
Tak sekadar duduk di kursi legislatif, pria yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Banggai ini turun langsung ke perkebunan di Kelurahan Kalaka, Kecamatan Bunta, untuk menyerahkan bantuan hand traktor kepada Kelompok Tani “Tani Jaya”. Sabtu (17/1/2026)
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian di bawah naungan KTNA Banggai sedang bergerak menuju era modernisasi dan kemandirian.
Dalam penyampaiannya di hadapan warga dan pemerintah kelurahan, Irwanto Kulap melontarkan kritik membangun sekaligus motivasi bagi para petani.
Menurutnya, sudah saatnya mata rantai pembangunan menempatkan petani sebagai “aktor utama”, bukan sekadar pelengkap statistik.
“Petani jangan lagi hanya dijadikan objek pembangunan. Kalian harus menjadi subjek utama, menjadi agen perubahan yang berdaya, mandiri, dan berdaulat.
Kalianlah yang seharusnya menentukan ke mana arah perubahan ekonomi kita,” tegas Irwanto dengan nada optimis.
Irwanto menekankan bahwa kesejahteraan petani dan nelayan seringkali terabaikan dari periode ke periode.
Hal inilah yang mendorongnya bersama duet kepemimpinan Bupati Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili untuk memperkuat kolaborasi agar petani menjadi prioritas nomor satu dalam program pembangunan daerah.
Sebagai nakhoda KTNA Banggai, Irwanto mengibaratkan organisasi ini sebagai “kapal besar” yang siap mengarungi tantangan pangan global.
Ia berjanji bahwa distribusi bantuan dan program pemberdayaan tidak akan berhenti di satu titik saja.
“KTNA adalah rumah bagi seluruh penduduk tani dan nelayan se-Kabupaten Banggai.
Kerja-kerja kami harus menyentuh seluruh pelosok, mulai dari Dapil I hingga Dapil IV. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tambahnya.
Menatap tahun 2026, Irwanto membeberkan visi strategisnya yang mencakup tiga pilar utama:
Modernisasi Alat: Memastikan petani tidak lagi tertinggal secara teknologi (seperti bantuan hand traktor).
Peningkatan Kapasitas: Mengedukasi petani agar mampu mengelola hasil tani secara mandiri.
Kedaulatan Ekonomi: Memperkuat posisi tawar petani di pasar agar hasil panen memiliki harga yang adil.
Kehadiran unsur pemerintah kelurahan dan DPRD dalam satu panggung di Kelurahan Kalaka ini mencerminkan sinergi yang selama ini dirindukan masyarakat.
Melalui bantuan alat mesin pertanian ini, Irwanto berharap produktivitas lahan di Bunta meningkat drastis, sekaligus mempercepat tercapainya target swasembada pangan daerah.
“Petani dan nelayan adalah ujung tombak ketahanan nasional. Jika mereka kuat, Banggai akan hebat,” tutupnya.












Discussion about this post