Kilasbanggai.com
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Tandayo dan Tano Doso’an: Kritik Ekologis di Tengah Arus Industrialisasi

Ikbal Siduru by Ikbal Siduru
8 November 2025
in Banggai, Luwuk

Oleh : Irsan S. Nang

KILASBANGGAI.COM – Ada yang menarik pada penutupan Festival Teluk Lalong 2025, khususnya saat penampilan monolog berjudul TANDAYO dari Kecamatan Moilong. Pertunjukan ini tidak hanya memikat secara artistik, tetapi juga menghadirkan pesan ekologis yang kuat tentang hubungan manusia, alam, dan budaya lokal yang kini mulai terkikis oleh arus industrialisasi.

 

BACA JUGA

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

30 April 2026
Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

30 April 2026

Dalam monolog tersebut, Tandayo digambarkan sebagai seorang anak yang hidup di tengah hutan bersama kakeknya, Kai’ Tumpu Nu Alas yang jika diartikan berarti Penjaga Hutan. Mereka tinggal di sebuah pulau bernama Tano Doso’an, yang dikenal masyarakat sebagai Hutan Larangan, tempat sakral yang dijaga turun-temurun oleh para leluhur agar tetap lestari.

 

Tandayo digambarkan sebagai tameng dan pewaris Tano Doso’an, penerus nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung harmoni antara manusia dan alam. Di pulau itu hidup burung Maleo, satwa endemik Sulawesi yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat adat. Namun, ketenangan hutan itu terusik ketika datang para pemburu serakah yang menjarah telur Maleo dan hasil hutan lainnya demi keuntungan pribadi.

 

Untuk melindungi tanah leluhurnya, Tandayo memasang Ombo’ penangkal sakral di setiap sudut pulau sebagai simbol perlindungan dan perlawanan terhadap keserakahan manusia. Tetapi keserakahan itu melampaui batas: para pemburu yang tak lagi percaya pada pantangan dan nilai adat menghancurkan seluruh Ombo’, merusak hutan larangan, dan menjarah seluruh isi Tano Doso’an. Burung Maleo pun hilang, dan hutan yang dulu hidup kini berubah menjadi ruang sunyi tanpa roh.

 

Pada akhir monolog, Tandayo bersumpah akan menuntut balas bagi mereka yang telah mencabik kehormatan budaya dan menghancurkan hutan warisan leluhurnya. Sumpah itu bukan hanya bentuk kemarahan, tetapi juga seruan moral bagi generasi hari ini agar tidak diam menyaksikan kerusakan alam yang kian parah.

 

Kisah yang dibawakan dalam monolog tersebut sesungguhnya merupakan kritik ekologis terhadap realitas kontemporer. Para “pemburu” dalam cerita melambangkan korporasi dan kekuatan industri yang membabat hutan adat atas nama investasi dan pembangunan. Di balik jargon pembangunan, tersimpan jejak perampasan ruang hidup hutan ditebang, habitat Maleo lenyap, dan nilai budaya yang selama ini menjaga keseimbangan ekosistem perlahan memudar.

 

Maleo dalam kisah ini adalah simbol kehidupan dan keseimbangan alam Sulawesi; sedangkan Tandayo adalah personifikasi dari perlawanan dan kesadaran ekologis. Keduanya merepresentasikan benturan antara kearifan lokal dan logika industri, antara nilai-nilai pelestarian dan kerakusan manusia modern.

 

Monolog Tandayo hadir bukan hanya sebagai karya seni, tetapi sebagai manifesto ekologis yang menggugah kesadaran publik. Ia mengingatkan kita bahwa hutan bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga ruang spiritual dan identitas budaya. Ketika hutan rusak dan Maleo hilang, maka hilang pula sebagian dari jati diri masyarakat Sulawesi itu sendiri.

 

Karenanya, pesan yang ingin disampaikan jelas:

kita semua harus menjadi Tandayo penjaga Tano Doso’an di masa kini.

Menjadi mereka yang berani melindungi alam, budaya, dan kehidupan, meski arus industrialisasi terus menggoda dengan janji-janji pembangunan semu.

Previous Post

TNI Bantu Awasi Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih di Bunta, Banggai

Next Post

Bikin Heboh Warga! Mobil Terbakar Hebat di Depan Depot Pertamina Luwuk

Berita Pilihan

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

Pastikan Tepat Sasaran, Kapolsek Kintom Turun Langsung Pantau Distribusi Gas Melon Rp20 Ribu

by Muhammad Maruf
30 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,KINTOM - Polsek Kintom memantau langsung pelaksanaan pasar murah dalam rangka mengantisipasi kelangkaan tabung gas LPG 3Kg yang diselenggarakan Dinas...

Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

Curi Motor Kakek Sendiri, Pemuda di Luwuk Ditangkap Satreskrim Polres Banggai

by Muhammad Maruf
30 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di kompleks Jalur Dua Kelurahan Bungin Timur, Luwuk, berhasil diungkap aparat Resmob Tompotika Polres...

Re’s Decoration Toili di Balik Megahnya Pernikahan dr. Vita & Fikar

Re’s Decoration Toili di Balik Megahnya Pernikahan dr. Vita & Fikar

by Muhammad Maruf
29 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK – Kota Luwuk baru saja menjadi saksi bisu sebuah hajatan besar yang menyatukan janji suci antara dr. Vita dan...

PMII Banggai Sentil Kinerja Pemkab: Investasi Melangit, Kemiskinan Ekstrem Masih Menghimpit

PMII Banggai Sentil Kinerja Pemkab: Investasi Melangit, Kemiskinan Ekstrem Masih Menghimpit

by Muhammad Maruf
29 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM,LUWUK- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Banggai menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap berbagai temuan Panitia Khusus (Pansus)...

BPJS Kesehatan Luwuk Gandeng Media, Paparkan Capaian Program JKN di Enam Kabupaten

BPJS Kesehatan Luwuk Gandeng Media, Paparkan Capaian Program JKN di Enam Kabupaten

by Asnawi Zikri
28 April 2026
0

KILASBANGGAI.COM, LUWUK– BPJS Kesehatan Cabang Luwuk menggandeng insan pers untuk memperkuat penyebarluasan informasi seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada...

Next Post
Bikin Heboh Warga! Mobil Terbakar Hebat di Depan Depot Pertamina Luwuk

Bikin Heboh Warga! Mobil Terbakar Hebat di Depan Depot Pertamina Luwuk

Discussion about this post

Genderang Musda Demokrat Sulteng 2026 Dimulai, Pendaftaran Calon Ketua Resmi Dibuka

Genderang Musda Demokrat Sulteng 2026 Dimulai, Pendaftaran Calon Ketua Resmi Dibuka

by Muhammad Maruf
2 Mei 2026
0

Lima Atlet Muda Banggai Laut Siap Unjuk Gigi di Seleksi Futsal U-17 Sulteng

Lima Atlet Muda Banggai Laut Siap Unjuk Gigi di Seleksi Futsal U-17 Sulteng

by Asnawi Zikri
2 Mei 2026
0

Wujudkan Indonesia Emas, Hardiknas 2026 Gaungkan Metode Deep Learning

Wujudkan Indonesia Emas, Hardiknas 2026 Gaungkan Metode Deep Learning

by Muhammad Maruf
2 Mei 2026
0

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan

by Muhammad Maruf
1 Mei 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!