KILASBANGGAI.COM – Fraksi Partai Golkar mengikuti bimbingan teknis dalam rangka penguatan fraksi di DPRD.
Kegiatan bimtek itu dilaksanakan di Grogol, Jakarta Barat yang dimulai sejak Senin (15/9/2025) hingga Rabu (17/9/2025) untuk gelombang pertama.
Kegiatan ini juga bertemakan profesionalisme anggota DPRD sebagai wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Dalam bimtek itu diikuti oleh anggota fraksi golkar DPRD kab/kota serta propinsi dari seluruh indonesia yang dibagi 2 gelombang,
Gelombang pertama diikuti 1.400 orang dan gelombang kedua nantinya akan diikuti hampir 2.000 orang, dan akan dilaksanakan pekan depan pada tanggal 22 hingga 24 September 2025.
Salah satu peserta, Irwanto Kulap, Anggota DPRD Banggai mengatakan ia bersama anggota fraksi lainnya masih mengikuti bimtek.
Menurut Irwanto, materi dalam bimtek adalah tentang hubungan keuangan pusat dan daerah, putusan MK tentang pemisahan pemilu nasional dan daerah, strategi politik Golkar, dan materi tentang kemandirian fiskal daerah.
Terpisah, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami akar sejarah dan semangat awal pembentukan Partai Golkar.
Ia menjelaskan, Golkar lahir bukan sebagai partai yang muncul begitu saja, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan bangsa untuk memiliki satu kekuatan politik yang mampu mengakomodasi berbagai golongan.
“Golkar ini bukan sekadar partai. Ia adalah hasil pergumulan sejarah dan semangat persatuan. Dari berbagai organisasi, elemen masyarakat, dan empat matra angkatan, Golkar dibentuk untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Menteri ESDM ini menguraikan bagaimana sejak masa awal kemerdekaan, para pendiri bangsa sempat menggagas sistem politik satu partai.
Namun dinamika politik akhirnya mengarah pada sistem multi partai.
Di tengah konteks itu, Golkar muncul sebagai instrumen politik yang merangkul semua golongan, dari buruh hingga sarjana, dari pemuda hingga aparat keamanan.
“Kita perlu tahu akar sejarah ini agar kita tidak kehilangan arah. Golkar bukan partai sektoral, Golkar adalah rumah besar rakyat Indonesia. Maka tidak salah jika hari ini kita menyuarakan: Suara Rakyat, Suara Golkar,” tegasnya.
Bahlil juga menekankan pentingnya meningkatkan profesionalitas anggota fraksi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, tantangan politik ke depan membutuhkan kader yang bukan hanya loyal, tetapi juga kompeten, dan komunikatif.
“Bimtek ini bukan seremonial. Ini ruang penguatan kapasitas, agar para anggota Fraksi Golkar di seluruh Indonesia mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat,” tambahnya. (*)












Discussion about this post