KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Ketegangan pecah di menit-menit akhir pertandingan antara Muara FC melawan Bohotokong FC dalam laga lanjutan di Lapangan Gelora Salabenda, Kecamatan Bunta, kabupaten Banggai. Senin (2/2/2026)
Beruntung, aksi sigap Ketua Panitia dan personel Polsek Bunta berhasil meredam kericuhan sehingga pertandingan tetap berakhir kondusif.
Pertandingan yang berlangsung sengit sejak awal ini mencapai titik didih saat memasuki masa injury time (tambahan waktu 3 menit). Dengan skor imbang 1-1, kedua tim bermain sangat agresif mengingat hasil ini sangat menentukan peluang mereka untuk lolos ke babak semi final.
Insiden bermula ketika serangan balik cepat dari sayap kanan yang dibangun penyerang Muara FC dipatahkan secara keras oleh pemain belakang Bohotokong FC. Benturan tak terelakkan hingga kedua pemain terjatuh dan terlibat kontak fisik. Suasana sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong yang memancing reaksi dari rekan setim lainnya.
Melihat situasi yang mulai tidak terkendali, Ramli Pilohima selaku Ketua Panitia Pelaksana langsung turun ke tengah lapangan. Di saat yang bersamaan, aparat dari Polsek Bunta dengan sigap melakukan barikade untuk memastikan emosi pemain tidak menjalar ke bangku penonton.
Langkah cepat ini diambil untuk mencegah suporter masing-masing tim masuk ke area lapangan. Berkat pendekatan persuasif namun tegas dari pihak keamanan dan panitia, emosi para pemain berhasil didinginkan dalam waktu singkat.
Ketua Panitia, Ramli Pilohima, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi tindakan anarkis di lapangan. Setelah kondisi dipastikan sepenuhnya aman, wasit kembali melanjutkan pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.
Skor akhir tetap bertahan 1-1. Hasil ini memaksa Muara FC dan Bohotokong FC harus bekerja ekstra keras di laga berikutnya, mengingat mereka masih tertinggal poin dari pemuncak klasemen sementara, Beringin Sakti dan Elang Sakti Salabenda.












Discussion about this post