KILASBANGGAI COM, BUNTA – Turnamen Piala Bupati Banggai hari ini diwarnai suasana duka dan ketegangan.
Pertandingan krusial babak delapan besar antara Balaan Kanta melawan Pongian FC yang berlangsung di Lapangan Gelora Salabenda, Minggu (1/2/2026) terpaksa dihentikan prematur demi kemanusiaan dan keselamatan pemain.
Sejak kick-off babak pertama, Balaan Kanta yang menurunkan skuad elit hasil transfer pemain asal Makassar dan NTT langsung menunjukkan kelasnya.
Permainan taktis dan cepat membuat pertahanan Pongian FC kewalahan, Hanya dalam kurun waktu 15 menit, Balaan Kanta sudah unggul telak dengan skor 3-0.
Namun, kemeriahan pertandingan berubah menjadi kepanikan saat memasuki menit ke-21.
Di bawah terik matahari yang menyengat, salah satu pemain Pongian FC kolaps di tengah lapangan.
Mengingat kondisi pemain yang dilaporkan dalam keadaan kritis, tim medis segera melarikannya ke Puskesmas Bunta untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Manajer Pongian FC, Ibrahim Muhamad, mengambil langkah tegas dengan menolak melanjutkan pertandingan.
Ia secara resmi menandatangani berita acara penghentian laga sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan anak asuhnya.

Berdasarkan regulasi turnamen, panitia penyelenggara memutuskan pertandingan berakhir dengan kemenangan bagi Balaan Kanta.
“Pertandingan dinyatakan selesai dengan kemenangan mutlak bagi Balaan Kanta.
Skor akhir ditetapkan 6-0, yang merupakan akumulasi dari keunggulan 3-0 di lapangan ditambah poin Walk Out (WO) sesuai aturan yang berlaku,” ungkap salah satu perwakilan panitia saat memberikan keterangan.
Meski Balaan Kanta dipastikan unggul, atmosfer di Lapangan Gelora Salabenda tetap diselimuti keprihatinan.
Seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen kini tengah memantau perkembangan kondisi kesehatan pemain Pongian FC di Puskesmas Bunta termasuk seluruh pemain balaan kanta.
Hingga berita ini tayang kondisi pemain yang kritis asal pongian FC mulai membaik. (*)












Discussion about this post