KILASBANGGAI.COM, LUWUK– Duka mendalam menyelimuti keluarga Muamar Khadafi (14), seorang pelajar kelas 2 SMP Negeri 3 Batui yang selamat dari kecelakaan maut, namun harus kehilangan kedua orang tuanya sekaligus dalam insiden tragis di Jalan Trans Sulawesi.
Khadafi kini harus menjalani hidup sebagai yatim piatu setelah ayah dan ibunya, Adnin (54) dan Kasianah (47), meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, di Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Di tengah duka yang mendalam, secercah perhatian datang dari Anggota DPRD Banggai Fraksi Golkar, Rika Syarifudin, yang menyempatkan diri menjenguk Khadafi saat menjalani perawatan di ruang Cempaka RSUD Luwuk.
Tak sekadar menjenguk, legislator muda tersebut menyampaikan komitmennya untuk membantu masa depan pendidikan Khadafi dengan memberikan beasiswa melalui pokok pikiran (pokir) selama dirinya masih menjabat sebagai wakil rakyat.
Hal itu dibenarkan oleh paman korban, Amir Abdullah, kepada Kilasbanggai.com, Senin (2/2/2026).
“Pak Rika menjenguk Khadafi di ruang Cempaka RSUD Luwuk. Beliau menyampaikan akan memberikan beasiswa pendidikan kepada Khadafi selama masih menjadi anggota DPRD,” ujar Amir.
Kepedulian tersebut sangat menyentuh hati keluarga yang kini tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.
“Donasi dari warga juga terus mengalir, termasuk dari Pak Rika. Kami sangat berharap beasiswa yang dijanjikan bisa direalisasikan. Kami sekeluarga sangat berterima kasih,” lanjutnya dengan suara haru.
Sebelumnya, Rika juga langsung datang melayat ke rumah duka orang tua Khadafi di Desa Suka Maju, Kecamatan Batui Selatan untuk menyampaikan duka mendalam atas musibah yang dialami keluarga Khadafi.
Selain itu, Amir juga mengabarkan bahwa kondisi Khadafi kini mulai membaik dan telah diizinkan pulang untuk menjalani masa pemulihan di rumah.
“Khadafi sudah pulang ke rumah. Sebelum pulang, kami sudah menyampaikan kabar duka bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan itu,” ungkap Amir.
Khadafi merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Seluruhnya laki-laki.
Kakak sulungnya kini menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sementara kakak keduanya masih bersekolah di SMA Negeri 1 Batui.
Sekadar diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Trans Sulawesi Luwuk–Toili, Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui.
Peristiwa nahas itu melibatkan satu unit truk fuso bernomor polisi KT 8618 RH dengan sepeda motor Yamaha Aerox tanpa TNKB yang ditumpangi satu keluarga.
Kapolsek Batui, IPTU Teguh Priya Adjisaka, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan AP (50), warga Desa Tataba, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, melaju dari arah Luwuk dan melintas di tikungan Kelurahan Sisipan.
Dari arah berlawanan, sepeda motor yang berboncengan dua orang melaju dan diduga hilang kendali hingga menabrak bagian lingkar depan (velg) dan ban belakang truk.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban mengalami luka berat dan harus dilarikan ke RSUD Luwuk.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Adnin (54) dan Kasianah (47), sedangkan korban luka berat adalah Muhamad Khadafi (14).
Mereka merupakan satu keluarga yang berdomisili di Desa Sukamaju, Kecamatan Batui Selatan.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Banggai, terutama atas nasib seorang anak yang harus kehilangan kedua orang tua di usia yang masih sangat belia. (*)












Discussion about this post