KILASBANGGAI.COM, LUWUK- Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hari ini merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 TNI tahun 2025 dengan menggelar upacara khidmat. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Makodim 1308/LB, Jalan Samratulangi, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, pada Minggu (5/10/2025).
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.45 Wita ini dipimpin langsung oleh Mayor Inf Selumiel (Kasdim 1308/LB) dan diikuti oleh sekitar 200 peserta dari unsur TNI serta komponen pendukung lainnya.
Mengusung tema sentral “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju”, peringatan HUT ke-80 ini menekankan kembali pada komitmen TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara yang selalu bersinergi dengan rakyat.
Pada pukul 07.58 Wita, Inspektur Upacara, Mayor Inf Selumiel, membacakan Amanat Panglima TNI yang menjadi panduan dan penekanan bagi seluruh prajurit.
Amanat Panglima TNI: Penekanan Kedekatan TNI dengan Rakyat
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya upacara peringatan dalam keadaan sehat walafiat. Beliau menegaskan bahwa tema “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju” sangat relevan dengan visi TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA) dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi bangsa.
“Makna yang terkandung dalam tema tersebut adalah bahwa TNI lahir dari rakyat, bersama rakyat dan berjuang demi rakyat,” ujar Mayor Inf Selumiel, mengutip Amanat Panglima.
Hal ini semakin memperjelas kedekatan, kebersamaan, dan sinergitas TNI dengan seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Menyikapi perkembangan lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang semakin dinamis, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas TNI, baik dalam kesiapan Alutsista maupun pembinaan Sumber Daya Manusia.
Jauhi Provokasi dan Perkokoh Soliditas
Lebih lanjut, Amanat Panglima TNI juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk selalu waspada dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu provokasi yang berpotensi memecah belah soliditas TNI, menghancurkan sinergitas, dan merusak kemanunggalan dengan rakyat.
Beberapa penekanan yang wajib dipedomani dan dilaksanakan oleh prajurit meliputi:
Perkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pertahankan dan tingkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa.
Tingkatkan kewaspadaan dan selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial, menahan diri untuk tidak berkomentar atau menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Laksanakan setiap tugas dengan ikhlas, serta hindari segala bentuk tindakan melawan hukum dan merugikan rakyat, karena tugas utama TNI adalah untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI atas dedikasi dan integritas mereka, yang telah membuat TNI terus mendapatkan kepercayaan dan tempat di hati rakyat Indonesia.
“Masih banyak hal yang harus kita benahi bersama, sehingga TNI yang kita cintai dan banggakan ini benar-benar menjadi garda terdepan dan benteng terakhir NKRI,” tutupnya, memotivasi seluruh jajaran untuk tidak lengah dan berpuas diri.(*)












Discussion about this post