Kilasbanggai.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Mei 14, 2026
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

IMKBNS Tantang Dua Kades yang Diduga Antek-Antek Korporasi dalam Dialog Publik

Ikbal Siduru by Ikbal Siduru
19 November 2025
in Banggai, Sulteng
foto : Syarullah Timala (Ketua IMKBNS, Mahasiswa Fakultas Hukum Untika Luwuk)

foto : Syarullah Timala (Ketua IMKBNS, Mahasiswa Fakultas Hukum Untika Luwuk)

KILASBANGGAI.COM – Pemberitaan mengenai dua kepala desa di Kecamatan Nuhon yang tidak menandatangani dokumen penolakan tambang nikel telah dijadikan bahan untuk membangun narasi bahwa dukungan terhadap aktivitas tambang sebenarnya cukup kuat.

Cara pandang seperti ini bukan hanya menyesatkan, tetapi juga mengabaikan konteks sosial, ekologis, dan politik yang jauh lebih mendasar. Sikap dua kepala desa tidak bisa serta-merta dianggap sebagai representasi kolektif masyarakat, terutama ketika mayoritas warga Nuhon petani, tokoh adat, pemuda, dan kelompok masyarakat sipil telah menyatakan penolakan terhadap ancaman tambang .

 

BACA JUGA

Jawab Kritik Buruh, Gubernur Sulteng Inisiasi Satgas Khusus Kawal Isu Ketenagakerjaan

Jawab Kritik Buruh, Gubernur Sulteng Inisiasi Satgas Khusus Kawal Isu Ketenagakerjaan

14 Mei 2026
Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Sukseskan Asta Cita Hingga Pelosok Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Sukseskan Asta Cita Hingga Pelosok Sulteng

14 Mei 2026

Legitimasi administratif seorang kepala desa tidak boleh dibenturkan dengan legitimasi ekologis warga yang hidup dan bergantung pada tanah, air, serta ruang hidup yang sehat.

 

Pernyataan salah satu kepala desa yang mengklaim bahwa 70 persen warganya mendukung tambang  juga tidak dapat diperlakukan sebagai data ilmiah.

Klaim statistik membutuhkan metodologi yang dapat diverifikasi mulai dari teknik sampling, instrumen survei, hingga uji validitas.

Tanpa hal tersebut, angka tersebut hanyalah retorika yang berfungsi untuk membenarkan posisi politik tertentu, sekaligus menciptakan kesan keliru bahwa penolakan warga tidak signifikan.

Padahal penolakan terhadap tambang dibangun melalui banyak diskusi warga serta pengalaman kolektif melihat dampak-dampak buruk industri ekstraktif.

 

Sulawesi Tengah sendiri merupakan salah satu episentrum ekspansi nikel terbesar di Indonesia (Cerah). Ekspansi ini telah memunculkan pola kerusakan ekologis yang seragam: deforestasi, degradasi lahan, sedimentasi sungai, hilangnya topsoil, dan berkurangnya produktivitas pangan (Betahita; Garuda Kemdikbudristek).

 

Pola ini berulang di hampir seluruh kawasan tambang, sehingga menganggap Nuhon akan menjadi pengecualian adalah ilusi yang dibangun oleh kepentingan industri.

 

Masyarakat Nuhon memiliki alasan kuat menolak aktivitas tambang. Desa-desa di wilayah ini mengandalkan sistem irigasi tradisional, mata air alami, dan lapisan tanah atas yang subur untuk sawah serta kebun.

Ketika tambang beroperasi, erosi besar-besaran akan membawa sedimen ke saluran irigasi, menurunkan debit air, dan merusak pola tanam. Pengalaman di beberapa wilayah tambang di Kabupaten Banggai menunjukkan dampak serupa secara nyata .

 

Hilangnya topsoil akibat ekskavasi akan membuat lahan miskin nutrisi dan sulit dipulihkan (Garuda Kemdikbudristek), sementara turunnya produktivitas pangan menjadi ancaman langsung terhadap ketahanan pangan lokal (Betahita).

Pencemaran mata air juga akan meningkatkan risiko kesehatan bagi warga yang selama ini bergantung pada sumber air alami.

 

Dalam konteks inilah sikap dua kepala desa justru menimbulkan pertanyaan besar: mengapa mereka memilih mengambil posisi yang bertentangan dengan aspirasi ekologis masyarakat? Publik pun mulai mempertanyakan adanya dugaan keberpihakan terhadap kepentingan korporasi tambang. Narasi “dua kades tidak tanda tangan” kini dipakai sebagai alat legitimasi politik untuk membuka ruang bagi industri ekstraktif, seolah dua tanda tangan cukup untuk mengabaikan suara satu kecamatan.

 

Karena itu, Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon, dan Simpang Raya (IMKBNS) menantang kedua kepala desa tersebut untuk hadir dalam dialog publik terbuka. Dialog ini diperlukan agar warga dapat mendengar langsung argumentasi mereka, termasuk menjelaskan data apa yang digunakan, kepentingan apa yang diperjuangkan, dan mengapa mereka mengambil posisi yang bertolak belakang dengan kekhawatiran ekologis masyarakat.

Jika mereka yakin posisinya benar, maka tidak ada alasan untuk menghindari dialog terbuka di hadapan rakyatnya sendiri.

 

Bagi IMKBNS, penolakan terhadap tambang bukan didasari emosi, melainkan analisis risiko, pengalaman empiris, dan data ekologis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masa depan lingkungan hidup Nuhon tidak boleh ditentukan oleh dua tanda tangan yang sarat dugaan keberpihakan. Warga Nuhon berhak mempertahankan tanah yang memberi mereka pangan, air, dan kehidupan.

 

Previous Post

Tanpa Papan Informasi, Pembangunan Pagar TK dan Poskesdes Polo Bunta Dinilai Proyek Siluman

Next Post

Tanggapi Isu Tambang Nikel di Nuhon, Bupati Amirudin: Hanya Isu, Belum Ada Pihak Perusahaan Yang Datang Melapor

Berita Pilihan

Jawab Kritik Buruh, Gubernur Sulteng Inisiasi Satgas Khusus Kawal Isu Ketenagakerjaan

Jawab Kritik Buruh, Gubernur Sulteng Inisiasi Satgas Khusus Kawal Isu Ketenagakerjaan

by Muhammad Maruf
14 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM,PALU- Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menerima audiensi dari perwakilan aliansi mahasiswa dan buruh di Gedung Pogombo,...

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Sukseskan Asta Cita Hingga Pelosok Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Sukseskan Asta Cita Hingga Pelosok Sulteng

by Muhammad Maruf
14 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM,MOROWALI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai memetakan berbagai tantangan strategis dalam pelaksanaan program prioritas nasional di daerah, mulai dari...

Dua Pengedar Diringkus di Luwuk Utara, Polisi Sita 50 Gram Sabu

Dua Pengedar Diringkus di Luwuk Utara, Polisi Sita 50 Gram Sabu

by Asnawi Zikri
14 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM, LUWUK- Perang terhadap peredaran narkoba kembali dibuktikan jajaran Satnarkoba Polres Banggai. Dua pria yang diduga terlibat jaringan peredaran narkoba...

Cabuli Anak 13 Tahun, Polisi Ringkus Seorang Pemuda di Batui Selatan

Cabuli Anak 13 Tahun, Polisi Ringkus Seorang Pemuda di Batui Selatan

by Asnawi Zikri
14 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM, TOILI- Unit Reskrim Polsek Toili mengamankan seorang pria berinisial NA (23) warga Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, yang diduga...

Polres Banggai Didesak Seret Pelaku Pengeroyokan Pemain di Turnamen Hadianto Rasyid Cup

Polres Banggai Didesak Seret Pelaku Pengeroyokan Pemain di Turnamen Hadianto Rasyid Cup

by Muhammad Maruf
14 Mei 2026
0

KILASBANGGAI.COM,BATUI – Sejumlah warga dan keluarga korban insiden turnamen Mini Soccer Hadianto Rasyid Cup 2026 melakukan aksi blokade jalan Trans...

Next Post
Tanggapi Isu Tambang Nikel di Nuhon, Bupati Amirudin: Hanya Isu, Belum Ada Pihak Perusahaan Yang Datang Melapor

Tanggapi Isu Tambang Nikel di Nuhon, Bupati Amirudin: Hanya Isu, Belum Ada Pihak Perusahaan Yang Datang Melapor

Discussion about this post

Jawab Kritik Buruh, Gubernur Sulteng Inisiasi Satgas Khusus Kawal Isu Ketenagakerjaan

Jawab Kritik Buruh, Gubernur Sulteng Inisiasi Satgas Khusus Kawal Isu Ketenagakerjaan

by Muhammad Maruf
14 Mei 2026
0

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Sukseskan Asta Cita Hingga Pelosok Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Sukseskan Asta Cita Hingga Pelosok Sulteng

by Muhammad Maruf
14 Mei 2026
0

Dua Pengedar Diringkus di Luwuk Utara, Polisi Sita 50 Gram Sabu

Dua Pengedar Diringkus di Luwuk Utara, Polisi Sita 50 Gram Sabu

by Asnawi Zikri
14 Mei 2026
0

Cabuli Anak 13 Tahun, Polisi Ringkus Seorang Pemuda di Batui Selatan

Cabuli Anak 13 Tahun, Polisi Ringkus Seorang Pemuda di Batui Selatan

by Asnawi Zikri
14 Mei 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

error: Content is protected !!