KILASBANGGAI.COM,LUWUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Luwuk Banggai menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter berjudul Amplop Demokrasi pada Kamis (12/2/2026) malam. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret memberikan edukasi politik bagi generasi muda di Kabupaten Banggai.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan panelis dari berbagai lintas sektor untuk memberikan perspektif mendalam, di antaranya: Ridwan, S.H. (Ketua Bawaslu Banggai), Hidayat Helingo (Komisioner KPU Banggai), Dr. Ade Putra Ode Amane, Sos., M.Si. (Akademisi) dan Andi Maharani (Anggota DPRD Banggai)
Film dokumenter produksi WatchDoc tersebut menyoroti realitas pahit praktik demokrasi di Indonesia. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah dinamika Pilkada Banggai 2024. Dalam film itu disebutkan bahwa Kabupaten Banggai menjadi sorotan nasional karena harus melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) akibat masifnya praktik politik uang.
Ketua GMNI Luwuk Banggai, Abdul Salewo, menegaskan bahwa agenda ini murni bersifat independen tanpa ada intervensi dari kekuatan politik mana pun.
“Agenda ini bukan politik praktis. Ini adalah ruang refleksi agar kaum muda memahami realitas demokrasi dan tidak apatis terhadap persoalan politik, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tegas Abdul.
Diskusi berlangsung hangat saat mengulas kembali tensi politik pada Pilkada 2024 lalu. GMNI menilai peristiwa PSU di Banggai harus menjadi pelajaran berharga agar kualitas demokrasi ke depan dapat meningkat.
Sebagai organisasi mahasiswa yang berakar pada rakyat, GMNI menyatakan komitmennya untuk terus menjadi corong demokrasi. Mereka bertekad mengawal proses demokratisasi di Banggai agar berjalan lebih sehat, jujur, dan berkeadilan di masa mendatang.
“Kami akan terus berdiri di garda terdepan dalam mengawal demokrasi Banggai yang lebih baik untuk masa yang akan datang,” pungkas Abdul.(*)











Discussion about this post