Kilasbanggai.com
Senin, Februari 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Ancaman Demokrasi di Indonesia dan Bangkitnya Orde Baru, Gen Z Bisa Apa?

admin by admin
22 April 2025
in Opini

Penulis : Rifat Hakim (Mantan Ketua DPC GMNI Luwuk Banggai) 

KILASBANGGAI.COM-Disahkannya revisi Undang-Undang TNI pada April 2024 menjadi tamparan keras bagi Demokrasi Indonesia yang selama ini dirawat dengan susah payah pasca-Reformasi. Alih-alih memperkuat akuntabilitas militer dalam negara demokratis, revisi ini justru memberi ruang yang luas bagi militer untuk kembali masuk ke ranah sipil tanpa mekanisme kontrol yang transparan.

Salah satu pasal yang menjadi sorotan adalah diperluasnya jabatan-jabatan sipil yang boleh diisi oleh prajurit aktif. Ini bukan hanya kemunduran Demokrasi, tetapi sinyal menguatnya semangat Orde Baru yang pernah membungkam akal sehat rakyat.

BACA JUGA

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

7 Februari 2026
Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

6 Februari 2026

Fenomena masuknya TNI ke kampus-kampus dalam beberapa waktu terakhir juga menambah kekhawatiran. Sejumlah peristiwa memperlihatkan kehadiran militer saat mahasiswa menggelar diskusi ilmiah yang notabene merupakan bagian dari kebebasan akademik.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, telah ditegaskan bahwa kampus memiliki otonomi dan kebebasan akademik yang harus dilindungi dari intervensi eksternal, apalagi dari lembaga bersenjata. Kampus bukan barak militer. Kampus adalah ruang bebas berpikir, tempat lahirnya gagasan-gagasan kritis untuk kemajuan bangsa.

Namun sejarah telah mengajarkan kita bahwa militerisme yang tidak dikontrol hanya akan melahirkan kekuasaan otoriter. Kita tidak boleh lupa pada tragedi kelam 1998, ketika aktivis mahasiswa dan prodemokrasi diculik oleh aparat militer karena lantang menyuarakan keadilan dan Reformasi.

Sebagian dari mereka masih belum kembali hingga hari ini. Wiji Thukul, Herman Hendrawan, dan lainnya masih hilang. Ini bukan cerita lama yang bisa kita lupakan. Ini luka yang belum sembuh, dan bisa terulang jika kita lengah.

Kekhawatiran ini sejalan dengan peringatan keras yang pernah disampaikan oleh Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang berkata:

“Militer tidak boleh berpolitik, sebab kalau militer berpolitik maka rakyat akan takut berbicara. Demokrasi akan mati pelan-pelan.”

Pernyataan ini adalah cerminan dari semangat Reformasi yang menempatkan supremasi sipil di atas kekuasaan bersenjata. Ketika tentara masuk ke ruang-ruang publik tanpa pengawasan, maka secara perlahan, ruang Demokrasi akan mengecil.

Lalu, bagaimana dengan Gen Z? Di era digital ini, Gen Z memiliki akses informasi yang luas dan potensi besar dalam membentuk opini publik. Namun, potensi ini tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kesadaran kritis.

Jangan biarkan media sosial menjadi alat hegemoni kekuasaan yang membungkus represi dalam kemasan nasionalisme kosong. Saat negara mencoba membungkam kritik atas nama stabilitas, maka saat itulah rakyat harus lebih nyaring bersuara.

Generasi Z harus berani berpikir, berani bersikap, dan berani melawan segala bentuk penyimpangan kekuasaan. Demokrasi bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan. Jika kita membiarkan militer kembali ke ruang-ruang sipil tanpa kontrol, maka bukan tidak mungkin Orde Baru hanya berganti baju.

Hari ini mungkin hanya masuk kampus, besok bisa jadi masuk ke ruang privat kita: pikiran, pilihan, dan kebebasan.

Jadi, Gen Z bisa apa? Gen Z bisa banyak, asal tidak diam.(*)

Previous Post

Aktivis HMI Laporkan Dugaan Pelanggaran PSU Luwuk Banggai ke Bawaslu RI

Next Post

Bupati Amirudin Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Sampah

Berita Pilihan

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

by Ikbal Siduru
7 Februari 2026
0

Oleh: "Ikbal Siduru" Jurnalis kilasbanggai.com KILASBANGGAI.COM - Menjelang peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2026 mendatang, refleksi mendalam mengenai...

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

by Ikbal Siduru
6 Februari 2026
0

Oleh : Sahrullah Timala, Ketua IMKBNS dan Alumni SMA Negeri 1 Bunta KILASBANGGAI.COM, BANGGAI - Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon...

Tak Harus Mahal, Cukupi Kebutuhan Kalsium dengan Pangan Alami di Sekitar Kita

by Muhammad Maruf
9 Januari 2026
0

Penulis: dr. I Gusti Agung Wira Utama Putra KILASBANGGAI.COM- Kesehatan tulang dan sendi adalah fondasi utama yang memungkinkan manusia untuk...

Istilah “Kamis Keramat” Dalam Komunikasi Politik Kekuasaan pada pelantikan Pejabat di kabupaten Banggai

Istilah “Kamis Keramat” Dalam Komunikasi Politik Kekuasaan pada pelantikan Pejabat di kabupaten Banggai

by Ikbal Siduru
7 Januari 2026
0

KILASBANGGAI.COM - Istilah "kamis keramat" Dikalangan ASN kabupaten Banggai identik dengan Pelantikan pejabat eselon II dan III yang akan menempati...

Pilkada oleh DPRD: Kartelisasi Politik dan Perselingkuhan Kepentingan Antar Partai

Pilkada oleh DPRD: Kartelisasi Politik dan Perselingkuhan Kepentingan Antar Partai

by Ikbal Siduru
3 Januari 2026
0

KILASBANGGAI.COM - Perjalanan awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ditandai oleh serangkaian kebijakan yang memicu perdebatan publik. Salah satu yang paling...

Next Post
Bupati Amirudin Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Sampah

Bupati Amirudin Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Sampah

Discussion about this post

Long Boat Mati Mesin di Banggai Laut, 5 Penumpang Selamat Dievakuasi Tim SAR

Long Boat Mati Mesin di Banggai Laut, 5 Penumpang Selamat Dievakuasi Tim SAR

by Asnawi Zikri
16 Februari 2026
0

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Ponpes Fathul Hikam Al Mubarak Gelar Pawai Obor Meriah

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Ponpes Fathul Hikam Al Mubarak Gelar Pawai Obor Meriah

by Muhammad Maruf
16 Februari 2026
0

Bintang Lapangan Bersinar di Piala Bupati Banggai, Tiga Pemain Sabet Penghargaan Individu

Bintang Lapangan Bersinar di Piala Bupati Banggai, Tiga Pemain Sabet Penghargaan Individu

by Ikbal Siduru
16 Februari 2026
0

Jaga Stabilitas Pangan, Polres Banggai Sidak Kios Beras di Pasar Simpong

Jaga Stabilitas Pangan, Polres Banggai Sidak Kios Beras di Pasar Simpong

by Asnawi Zikri
15 Februari 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!