KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Aktivitas produksi arang tempurung kelapa di wilayah Kelurahan Salabenda, Kecamatan Bunta, mulai dikeluhkan warga setempat.
Pasalnya, limbah cair dan polusi asap dari usaha tersebut dinilai telah mengganggu kesehatan dan aktivitas warga di lingkungan sekitar.
Warga mengeluhkan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari pembuangan air kelapa. Tak hanya itu, kepulan asap tebal dari proses pembakaran arang dilaporkan telah masuk ke pemukiman hingga mencapai gedung SMP Negeri 1 Bunta.
“Asapnya sudah masuk ke dalam rumah. Rasanya perih di mata dan bikin batuk-batuk. Gangguannya bahkan sudah sampai ke sekolah (SMPN 1 Bunta),” ujar salah seorang warga , Sabtu (25/4/2026).
Menurut pengakuan warga, pihak pengelola usaha sebenarnya telah mendapatkan teguran, baik dari pemerintah Kelurahan Salabenda maupun teguran langsung dari masyarakat sekitar. Namun, hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan terkait pengelolaan limbah dan asap di lokasi tersebut.
“Sudah pernah diperingati oleh pemerintah kelurahan dan warga juga sudah menegur langsung, tapi pelaku usaha tetap beroperasi seperti biasa tanpa memikirkan dampaknya bagi kami,” tambahnya.
Kondisi yang terus berlarut ini memicu desakan warga agar pihak berwenang segera turun tangan. Warga berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah kecamatan maupun pihak keamanan untuk menertibkan usaha yang dianggap merugikan lingkungan dan kesehatan publik tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak pengelola usaha arang tempurung serta pemerintah kelurahan setempat terkait langkah penyelesaian atas keluhan warga tersebut.












Discussion about this post