KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Sebuah insiden yang mencoreng etika pelayanan publik viral di media sosial setelah seorang petugas PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bunta diduga memberikan jawaban yang tidak pantas saat menerima laporan darurat dari warga pada Selasa malam (10/3/2026).
Insiden ini bermula ketika seorang warga melapor ke petugas PLN, melalui akun Facebook Fitria Ina, melaporkan adanya percikan api atau kabel listrik yang menyala di depan Kantor Kejaksaan Bunta. Laporan tersebut disampaikan karena kondisi kabel yang membahayakan dapat memicu kebakaran dan telah menyebabkan padamnya aliran listrik di area tempat warga berjualan.
Dalam unggahannya yang menggunakan dialek lokal, Fitria mengekspresikan kekecewaannya yang mendalam atas sikap petugas di kantor PLN saat itu.
Bukannya segera melakukan penanganan darurat (emergency response), petugas tersebut justru mengeluarkan pernyataan yang dinilai menantang bahaya.
“Kabel di atas tiang listrik menyala, cuma kamu jawab: biar saja terbakar, lebih bagus supaya ramai Bunta,” tulis Fitria dalam unggahan tersebut disertai video dengan nada geram.
Warga menyayangkan sikap tersebut, mengingat lokasi kabel yang terbakar berada dekat dengan tempat usaha mereka. Jika terjadi kebakaran besar, kerugian materiel maupun ancaman keselamatan jiwa menjadi taruhan yang tidak bisa dianggap remeh.
Tindakan petugas tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pelanggan. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memonopoli penyediaan listrik, PLN memiliki tanggung jawab penuh terhadap aspek keselamatan ketenagalistrikan (K2).
Pernyataan “biar terbakar supaya ramai” tidak hanya menunjukkan rendahnya empati, tetapi juga sikap mengabaikan potensi bencana.
Masyarakat berharap adanya evaluasi serius dari pihak PLN Cabang Luwuk maupun wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) terhadap perilaku petugas di tingkat ranting.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Ranting Bunta belum memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi percakapan yang dikeluhkan oleh warga tersebut.












Discussion about this post