KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Kesabaran masyarakat di wilayah kecamatan Bunta dan nuhon, Kabupaten Banggai memuncak.
Pada Kamis (19/2/2026) malam, puluhan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bunta melakukan aksi protes dengan mendatangi Kantor Cabang PLN Bunta.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam atas buruknya kualitas pelayanan listrik yang kerap padam di tengah bulan suci Ramadhan.
Pemadaman yang terjadi secara berulang ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga di Kecamatan Bunta, tetapi juga berdampak luas hingga ke wilayah tetangga di Kecamatan Nuhon.
Bagi umat Muslim, stabilitas pasokan listrik selama Ramadhan bukan sekedar kenyamanan, melainkan kebutuhan vital untuk mendukung rangkaian ibadah mulai dari persiapan berbuka, salat Tarawih, hingga santap sahur. Namun, realitas yang dihadapi warga justru jauh dari harapan.
“Kami terpaksa buka puasa hanya dengan penerangan senter. Hingga memasuki waktu sholat Tarawih pun, tanda-tanda lampu akan menyala belum ada,” keluh seorang warga Nuhon dengan nada getir.
Muhaimin, warga Desa Bohotokong yang turut berada di garis depan aksi tersebut, menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah puncak dari akumulasi rasa frustrasi.
“Tadi siang mati, saat buka puasa mati, bahkan saat makan sahur pun mati. Kami sudah habis kesabaran menghadapi pelayanan seperti ini,” tegasnya di sela-sela aksi.
Situasi yang sempat memanas di Kantor Cabang PLN Bunta akhirnya berhasil diredam setelah adanya mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Bunta. Pertemuan antara perwakilan massa dan pihak manajemen PLN dilakukan guna mencari solusi atas krisis energi yang terjadi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran listrik baru kembali normal setelah pertemuan tersebut berlangsung. Meski lampu telah menyala, masyarakat memberikan peringatan keras dan menuntut komitmen nyata dari PLN agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama demi kelancaran ibadah di sisa bulan suci ini.












Discussion about this post