KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Layanan kelistrikan di wilayah Kecamatan Bunta, Nuhon, dan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, kembali dikeluhkan warga.
Aliran listrik dilaporkan sering padam secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi dari pihak PLN, Selasa (17/2/2026).
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait potensi kerusakan alat elektronik akibat tegangan yang tidak stabil atau fenomena “biar-pet” (mati-nyala) yang terjadi berulang kali.
Sejumlah warga di Kecamatan Nuhon mengungkapkan kekesalannya karena aktivitas rumah tangga dan usaha terganggu. “Listrik mati-hidup tidak beraturan.
Kalau dibiarkan, alat elektronik kami bisa rusak semua. Kami minta kepastian pelayanan,” ujar salah satu warga.
Keluhan senada datang dari warga Bunta dan Simpang Raya. Selain kerugian materiil, warga menyoroti momentum menjelang Bulan Suci Ramadhan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan PLN dapat menjamin kestabilan pasokan listrik agar ibadah di bulan puasa tidak terganggu.
Menyikapi hal ini, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Banggai dan DPRD selaku wakil rakyat untuk segera melakukan fungsi pengawasan dan menegur manajemen PLN. Langkah ini dinilai penting guna menghindari eskalasi kekecewaan publik.
Pasalnya, rekam jejak protes warga di wilayah ini cukup tinggi. Beberapa bulan lalu, aksi pemalangan jalan Trans Sulawesi sempat terjadi di Bunta sebagai bentuk protes atas masalah serupa.
Warga berharap otoritas terkait segera bertindak sebelum masyarakat kembali melakukan aksi turun ke jalan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) terkait untuk mendapatkan klarifikasi mengenai penyebab teknis pemadaman dan langkah perbaikan yang sedang dilakukan.
Masyarakat di tiga kecamatan tersebut kini menanti solusi konkret agar krisis listrik ini tidak berlarut-larut, terutama demi kenyamanan menyambut bulan suci yang tinggal menghitung hari.












Discussion about this post