KILASBANGGAI.COM, NUHON – Aksi pencurian ternak sapi di wilayah Kabupaten Banggai kian mengkhawatirkan.
Masyarakat di kecamatan Nuhon mulai kehilangan kesabaran lantaran kasus ini telah berlangsung lama tanpa adanya pengungkapan dari pihak berwenang.
Keresahan ini dipicu oleh intensitas kehilangan yang tinggi, yang tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga mengganggu ketenangan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (13/2/2026), warga di desa-desa terdampak kini terpaksa melakukan ronda mandiri setiap malam demi menjaga hewan ternak mereka.
Salah satu titik terparah berada di Desa Binohu, Kecamatan Nuhon. Warga setempat mengaku harus mengalokasikan waktu dan tenaga ekstra untuk berjaga-jaga di kandang dan dikebun setiap malam.
Meski demikian, para pelaku pencurian dikenal licin dan sulit dilacak.
“Sudah banyak sekali sapi di wilayah sini yang hilang. Kami sangat kesulitan untuk menjaga terus-menerus, sementara pelakunya sangat sulit ditemukan,” keluh salah seorang warga Binohu kepada media ini.
Kondisi ini menciptakan dilema bagi peternak yang menggantungkan hidupnya dari hasil ternak.
Tanpa adanya tindakan tegas, warga merasa seolah-olah dibiarkan berjuang sendirian melawan sindikat pencuri yang kian berani.
Masyarakat di wilayah Nuhon kini menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum.
Mereka mendesak Pihak Kepolisian untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan mendalam guna membongkar jaringan pencurian ternak ini.
“Kami meminta kepolisian bergerak cepat. Jangan biarkan keresahan ini berlarut-larut.
Keamanan objek vital ekonomi warga harus dijamin,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih terus meningkatkan kewaspadaan mandiri sambil menanti langkah konkret dari kepolisian untuk mengakhiri teror pencurian sapi di wilayah mereka.












Discussion about this post