KILASBANGGAI.COM, BATUI— PT Sawindo Cemerlang menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya salah satu pekerjanya bernama Muh Irfan, 23 tahun.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas PT Sawindo Cemerlang, Dodi, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Dodi menjelaskan, sejak kejadian tersebut, perusahaan langsung mengambil langkah cepat dengan mengurus seluruh proses penanganan jenazah.
Jenazah korban diurus hingga diantar menggunakan ambulans ke rumah duka oleh perwakilan perusahaan.
“Perusahaan melakukan pengurusan jenazah sampai dibawa menggunakan ambulans dan diantar langsung ke rumah duka oleh perwakilan perusahaan,” ujar Dodi.
Selain itu, PT Sawindo Cemerlang juga memberikan santunan kepada keluarga korban.
Santunan tersebut diberikan di luar hak-hak normatif berupa uang kompensasi yang menjadi kewajiban perusahaan.
“Kami memberikan santunan di luar uang kompensasi,” tambahnya.
Dodi menyebutkan, korban berstatus sebagai pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan masa kerja selama sembilan bulan.
Sesuai ketentuan yang berlaku, perusahaan telah menyalurkan uang kompensasi kepada pihak keluarga.
“Status beliau PKWT dengan masa kerja sembilan bulan, dan kompensasi juga telah diberikan,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, manajemen PT Sawindo Cemerlang menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Perusahaan turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Dodi.
Sebelumnya, korban yang merupakan warga Desa Pakeng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu mengalami kecelakaan kerja di area perkebunan sawit, di Desa Honbola, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Senin (12/1/2026) pagi.
Menurut Kapolsek Batui Iptu Teguh Priya Adjisaka, sekitar pukul 09.45 Wita, korban bersama rekan kerja lainnya, menumpangi mobil dari mess karyawan menuju areal perkebunan sawit Blok A 014.
Saat hendak melewati jalan menurun dengan kondisi berlubang, sang sopir berusaha menghindari lubang. Akibatnya mobil miring kiri dan kehilangan keseimbangan hingga tergelincir.
Menyadari situasi berbahaya itu, korban berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat dari dalam mobil. Namun mengalami kesulitan hingga tubuhnya tertindih kendaraan tersebut dan meninggal dunia.
“Anggota kami langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP awal,” ungkap Teguh.
Untuk kepentingan penyelidikan, Polsek Batui yang mendapatkan laporan langsung ke TKP untuk evakuasi dan pengambilan bahan keterangan saksi. (*)











Discussion about this post