KILASBANGGAI.COM, BUNTA – Kisah pilu datang dari bocah kelas 3 SD Inpres Tuntung, Kecamatan bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Fadil Sabapi namanya. Fadil pergi dan pulang sekolah hanya mengharapkan tumpangan dari pengendara yang melewati jalan trans Sulawesi Bunta-Luwuk.
Fadil tinggal jauh dari perkampungan tepatnya di Dusun Bahu, Desa Tuntung yang berjarak sekitar 5 kilometer dari sekolah.
Setiap pagi, Fadil berdiri di tepi jalan dengan harapan ada pengendara yang berbaik hati untuk memberi ia tumpangan.
Jika tak ada tumpangan, maka Fadil tidak bersekolah.
Begitu juga jika pulang sekolah, hal yang sama ia lakukan.
Demi ingin menimba ilmu di sekolah, Fadil tak segan-segan melambaikan tangan saat para pengendara roda 2 maupun roda 4 melintas demi mendapatkan tumpangan. (*)












Discussion about this post