KILASBANGGAI.COM, NUHON- Aksi demo penolakan tambang nikel di Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah didukung penuh oleh Pendiri Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon, Simpan Raya (IMKBNS).
Hal itu bukan tanpa alasan, menurut salah satu pendiri IMKBNS Meldi Sualang, kehadiran mereka dalam aksi tolak tambang itu bukan untuk menolak pembangunan, tetapi untuk menolak kehancuran.
“Kami menolak rencana pertambangan yang mengancam tanah leluhur kita, satu-satunya sumber kehidupan yang kita miliki,” tegasnya, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan tambang adalah ancaman nyata bagi lingkungan hidup.
Kegiatan pertambangan secara inheren merusak ekosistem, menyebabkan erosi tanah, kerusakan lahan, dan pencemaran air yang meluas.
Limbah beracun dari operasi tambang akan mencemari sungai, danau, dan mata air yang menjadi sumber air minum dan irigasi kita sehari-hari.
“Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak sepadan dengan keuntungan ekonomi sesaat yang dijanjikan,” paparnya.
Selain itu, pertambangan akan mematikan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Masyarakat di Kecamatan Nuhon hidup dari pertanian, perikanan, dan potensi wisata alam yang indah.
Ketika lahan rusak air tercemar dan hutan lenyap maka mata pencaharian utama juga akan hilang.
Janji lapangan kerja dari perusahaan tambang seringkali hanya sementara dan tidak menjamin kesejahteraan jangka panjang, sebaliknya meninggalkan lahan kritis yang tidak bisa lagi ditanami.
Meldi membeberkan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama.
Polusi udara akibat debu dan emisi alat berat, serta paparan bahan kimia berbahaya dari aktivitas pertambangan akan meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.
“Kami tidak bisa menukar kesehatan anak cucu kami dengan keuntungan segelintir investor,” tegasnya.
“Karena itu, kami bersatu padu menolak kehadiran tambang di wilayah kami. Kami percaya bahwa kesejahteraan sejati dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan berkelanjutan, bukan eksploitasi yang merusak,” tegasnya lagi. (*)












Discussion about this post