Kilasbanggai.com
Senin, Februari 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL
No Result
View All Result
Kilasbanggai.com
  • NASIONAL
  • BANGGAI
  • SULTENG
  • POLITIK
  • PARIWISATA
  • HUKRIM

Politik Gilingan Padi dan Diferensiasi Kelas di Balik Harga Beras Banggai

Muhammad Maruf by Muhammad Maruf
31 Oktober 2025
in Opini

Oleh: Supriadi Lawani

KILASBANGGAI.COM-Harga beras di pasar tradisional Kabupaten Banggai hingga kini masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Beberapa waktu lalu, pemerintah daerah sempat mengeluarkan surat edaran yang melarang penjualan beras ke luar daerah, dengan alasan menjaga pasokan lokal dan menekan harga di pasar domestik. Namun kebijakan tersebut tidak berlangsung lama—ia dicabut setelah menuai kritik dan protes dari berbagai pihak.

Menurut sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya, surat edaran itu sejatinya hanya gimik politik, tidak memiliki efek substantif terhadap stabilitas harga beras di tingkat konsumen. Harga tetap tinggi, rantai distribusi tetap dikuasai aktor yang sama, dan struktur pasar tidak berubah. Di balik stagnasi kebijakan ini tersembunyi kenyataan yang lebih dalam: politik pangan di Banggai tak bisa dipisahkan dari struktur kekuasaan ekonomi di pedesaan, di mana para pemilik gilingan padi memainkan peran dominan.

BACA JUGA

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

7 Februari 2026
Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

6 Februari 2026

Gilingan Padi Sebagai Struktur Kekuasaan Lokal

Sejauh pengamatan di lapangan, pemilik gilingan di Kabupaten Banggai bukan sekadar pengusaha penggilingan padi. Mereka adalah orang kaya desa, pemilik modal yang menguasai siklus hidup ekonomi petani kecil. Hubungan mereka dengan petani tidak berhenti pada transaksi ekonomi biasa, melainkan membentuk relasi patron-klien yang berlapis.

Para petani kecil kerap berhutang kepada pemilik gilingan untuk modal awal: uang tunai, pupuk, obat, hingga biaya tanam. Semua pinjaman itu dibayar saat panen melalui mekanisme potong hasil. Siklus ini terus berulang, menciptakan ketergantungan struktural. Dalam situasi seperti ini, pemilik gilingan tidak hanya menjadi pengendali ekonomi desa, tetapi juga penentu loyalitas politik. Ketika pemilu atau pilkada tiba, suara petani kecil praktis diarahkan oleh jaringan modal yang menopang keberlangsungan hidup mereka.

Henry Bernstein, dalam karya pentingnya Class Dynamics of Agrarian Change (2010), menjelaskan bahwa petani bukanlah kategori sosial yang homogen. Di dalam masyarakat agraris, selalu ada proses diferensiasi kelas—pemisahan antara mereka yang memiliki alat produksi (tanah, modal, dan sarana pascapanen) dan mereka yang bergantung pada tenaga kerja serta hutang untuk bertahan hidup. Diferensiasi inilah yang menjelaskan mengapa kebijakan pangan sering kali gagal: karena ia tidak menembus lapisan kekuasaan ekonomi-politik yang membentuk realitas di pedesaan.

Aliansi Politik dan Ekonomi di Tingkat Kabupaten

Elit kabupaten di Banggai tampaknya memahami struktur sosial ini dengan sangat baik. Mereka tahu bahwa untuk mengamankan dukungan politik di wilayah pedesaan, membangun hubungan patronase dengan pemilik gilingan jauh lebih efektif daripada sekadar mengandalkan mesin partai. Dalam berbagai kontestasi lokal, pemilik gilingan menjadi “broker politik” yang menghubungkan elit kabupaten dengan massa desa.

Beberapa informan bahkan menyebut bahwa beberapa pemilik gilingan besar di kecamatan Batui, Toili dan sekitarnya dilindungi oleh orang kuat di daerah, sebagai bentuk imbalan politik dari perhelatan pemilihan sebelumnya. Jika dugaan ini benar, maka kita sedang berhadapan dengan struktur politik pangan yang tertutup dan oligarkis—di mana kebijakan tidak lagi dirancang berdasarkan kebutuhan publik, melainkan untuk menjaga stabilitas relasi kekuasaan antara elit politik dan elit ekonomi desa.

Menuju Politik Pangan yang Demokratis dan Terukur

Dari sini dapat disimpulkan bahwa persoalan harga beras di atas HET bukan sekadar akibat fluktuasi pasar, tetapi hasil dari relasi produksi yang timpang di pedesaan. Petani kecil menjadi bagian dari sistem ekonomi yang tidak memungkinkan mereka menentukan harga hasil panennya sendiri, sementara pemilik gilingan dan aktor distribusi diuntungkan oleh struktur tersebut.

Maka, perbaikan harga beras tidak bisa hanya dilakukan melalui surat edaran atau larangan penjualan lintas daerah. Diperlukan reformasi struktural dalam tata kelola pangan—yang mencakup transparansi rantai distribusi, akses modal bagi petani kecil, dan penguatan kelembagaan ekonomi alternatif seperti koperasi tani.

Kebijakan pangan yang demokratis harus berangkat dari redistribusi kekuasaan ekonomi, bukan sekadar pengendalian administratif harga. Hanya dengan cara itu, negara (baca; Pemda) dapat benar-benar menjamin beras murah dan berkualitas bagi rakyat, sekaligus mengakhiri ketergantungan politik yang lahir dari relasi patronase di pedesaan.

Luwuk 31/10/2025

Penulis adalah petani pisang

Tags: Gilingan PadiOpiniPetaniSupriadi Lawani
Previous Post

Proyek Paving Block di Puskesmas Bunta Disorot Tajam, Diduga Langgar Prinsip Transparansi

Next Post

Buka Posalia Kampu Lere 2025, Anwar Hafid Ajak Warga Jaga Budaya dan Semangat Gotong Royong

Berita Pilihan

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

Menjaga Marwah di Hari Pers Nasional: Jurnalisme adalah Karya, Bukan Sekedar Atribut

by Ikbal Siduru
7 Februari 2026
0

Oleh: "Ikbal Siduru" Jurnalis kilasbanggai.com KILASBANGGAI.COM - Menjelang peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2026 mendatang, refleksi mendalam mengenai...

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

Sekolah dalam Bayang-Bayang Predatorisme : Dugaan Kamera Tersembunyi dan Runtuhnya Rasa Aman Peserta Didik

by Ikbal Siduru
6 Februari 2026
0

Oleh : Sahrullah Timala, Ketua IMKBNS dan Alumni SMA Negeri 1 Bunta KILASBANGGAI.COM, BANGGAI - Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon...

Tak Harus Mahal, Cukupi Kebutuhan Kalsium dengan Pangan Alami di Sekitar Kita

by Muhammad Maruf
9 Januari 2026
0

Penulis: dr. I Gusti Agung Wira Utama Putra KILASBANGGAI.COM- Kesehatan tulang dan sendi adalah fondasi utama yang memungkinkan manusia untuk...

Istilah “Kamis Keramat” Dalam Komunikasi Politik Kekuasaan pada pelantikan Pejabat di kabupaten Banggai

Istilah “Kamis Keramat” Dalam Komunikasi Politik Kekuasaan pada pelantikan Pejabat di kabupaten Banggai

by Ikbal Siduru
7 Januari 2026
0

KILASBANGGAI.COM - Istilah "kamis keramat" Dikalangan ASN kabupaten Banggai identik dengan Pelantikan pejabat eselon II dan III yang akan menempati...

Pilkada oleh DPRD: Kartelisasi Politik dan Perselingkuhan Kepentingan Antar Partai

Pilkada oleh DPRD: Kartelisasi Politik dan Perselingkuhan Kepentingan Antar Partai

by Ikbal Siduru
3 Januari 2026
0

KILASBANGGAI.COM - Perjalanan awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ditandai oleh serangkaian kebijakan yang memicu perdebatan publik. Salah satu yang paling...

Next Post
Buka Posalia Kampu Lere 2025, Anwar Hafid Ajak Warga Jaga Budaya dan Semangat Gotong Royong

Buka Posalia Kampu Lere 2025, Anwar Hafid Ajak Warga Jaga Budaya dan Semangat Gotong Royong

Discussion about this post

Long Boat Mati Mesin di Banggai Laut, 5 Penumpang Selamat Dievakuasi Tim SAR

Long Boat Mati Mesin di Banggai Laut, 5 Penumpang Selamat Dievakuasi Tim SAR

by Asnawi Zikri
16 Februari 2026
0

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Ponpes Fathul Hikam Al Mubarak Gelar Pawai Obor Meriah

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Ponpes Fathul Hikam Al Mubarak Gelar Pawai Obor Meriah

by Muhammad Maruf
16 Februari 2026
0

Bintang Lapangan Bersinar di Piala Bupati Banggai, Tiga Pemain Sabet Penghargaan Individu

Bintang Lapangan Bersinar di Piala Bupati Banggai, Tiga Pemain Sabet Penghargaan Individu

by Ikbal Siduru
16 Februari 2026
0

Jaga Stabilitas Pangan, Polres Banggai Sidak Kios Beras di Pasar Simpong

Jaga Stabilitas Pangan, Polres Banggai Sidak Kios Beras di Pasar Simpong

by Asnawi Zikri
15 Februari 2026
0

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Privacy Policy
Media Network

© 2023 Kilasbanggai.com

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • MEMILIH 2024
    • Pemilu Legislatif
    • Pilpres
    • Pilkada
  • SULTENG
  • CELEBES
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • BISNIS
  • TRAVEL
  • ADVETORIAL

© 2023 Kilasbanggai.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!